Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Marak Serang Balita di Tarakan, Kenali Gejala Flu Singapura yang Gampang Menular di Sekolah

Nurismi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:55 WIB
Ilustrasi anak-anak yang terkena penyakit flu Singapura. (Freepik).
Ilustrasi anak-anak yang terkena penyakit flu Singapura. (Freepik).

HARIAN RAKYAT KALTARA — Aktivitas belajar dan bermain anak-anak di sekolah maupun tempat umum dinilai menjadi salah satu faktor yang mempermudah penyebaran flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) di Kota Tarakan. 

Penyakit akibat infeksi virus tersebut masih terus ditemukan dan paling banyak menyerang kelompok usia balita hingga anak sekolah.

Pengelola Program Surveilans Dinas Kesehatan Kota Tarakan Irsal mengatakan, HFMD bukan merupakan penyakit baru. Namun kasusnya masih terus muncul berulang di masyarakat karena tingkat penularannya cukup tinggi.

“Kasus flu Singapura ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi sampai sekarang masih terus ditemukan. Yang paling sering terdampak adalah anak-anak, terutama di usia sekolah dan balita,” katanya, Jumat (29/5).

Ia menjelaskan, HFMD disebabkan oleh kelompok virus Enterovirus, terutama Coxsackievirus. Penularan dapat terjadi melalui berbagai cara.

Mulai dari kontak langsung dengan penderita, percikan air liur, cairan dari lepuhan kulit, hingga benda yang terkontaminasi seperti mainan, meja, dan alat makan.

Menurutnya, lingkungan dengan interaksi tinggi seperti sekolah dan tempat bermain anak menjadi lokasi yang paling rentan terjadi penularan.

“Penularannya bisa lewat banyak cara, mulai dari percikan ludah, kontak langsung, sampai benda yang dipakai bersama. Makanya di lingkungan sekolah atau tempat anak bermain, penyebarannya bisa sangat cepat kalau tidak diantisipasi,” ujarnya.

Secara umum, gejala awal HFMD ditandai dengan demam ringan, sakit tenggorokan, dan menurunnya nafsu makan.

Setelah itu muncul sariawan di rongga mulut yang terasa nyeri, disertai ruam atau lepuhan kecil di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di area bokong.

“Gejalanya biasanya dimulai dari demam, kemudian muncul sariawan di mulut yang cukup sakit. Setelah itu timbul bintik-bintik di tangan dan kaki. Anak jadi tidak nyaman, biasanya rewel karena sulit makan dan minum,” katanya.

Irsal menyebut, anak yang terinfeksi umumnya membutuhkan waktu istirahat sekitar lima hingga tujuh hari di rumah sampai kondisi membaik. Selama masa tersebut, anak dianjurkan tidak masuk sekolah guna mencegah penyebaran kepada teman sebaya.

“Biasanya anak perlu istirahat sekitar lima sampai tujuh hari sampai gejalanya mereda. Selama itu sebaiknya tidak dulu masuk sekolah supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah flu Singapura. Karena itu, upaya pencegahan paling efektif dilakukan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Langkah yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan menggunakan sabun, tidak berbagi alat makan. Serta menjaga kebersihan lingkungan dan perlengkapan anak.

“Untuk flu Singapura ini belum ada vaksin. Jadi pencegahan paling utama adalah menjaga kebersihan, terutama cuci tangan pakai sabun, tidak berbagi alat makan, dan menjaga lingkungan tetap bersih,” katanya.

Menurutnya, peran orang tua maupun pihak sekolah sangat penting dalam menekan potensi penularan. Anak yang sudah menunjukkan gejala sakit sebaiknya tidak dipaksakan tetap mengikuti aktivitas belajar.

“Kalau ada anak yang sudah sakit, sebaiknya tidak dipaksakan ke sekolah. Istirahat dulu sampai benar-benar membaik supaya tidak menularkan ke teman-temannya,” ujarnya.

Meski umumnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari, HFMD tetap perlu diwaspadai. Karena penularannya dapat berlangsung cepat dan memicu kasus berkelompok di lingkungan sekolah maupun tempat bermain anak.

“Yang perlu diwaspadai itu bukan tingkat keparahannya, tapi kecepatan penularannya. Kalau tidak dicegah, bisa menyebar cepat di lingkungan anak-anak,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#penularan #flu singapura #anak-anak