Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

15 Ribu Warga Kaltara Diduga Terpapar TBC, Baru 1.700 Kasus yang Berhasil Ditemukan

Nurismi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB
Kepala Dinkes Kaltara, Usman. (FAISAL/HRK)
Kepala Dinkes Kaltara, Usman. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) yang hingga kini masih menjadi salah satu program prioritas di bidang kesehatan. 

Rendahnya angka penemuan dan pengobatan pasien menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi. 

Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan, berdasarkan estimasi jumlah masyarakat yang diduga terpapar TB di Kaltara mencapai sekitar 15 ribu orang. 

Namun, dari jumlah tersebut, kasus yang berhasil ditemukan dan tercatat masih tergolong rendah. 

“Kalau angka terduga itu sekitar 15 ribu. Kemudian yang termonifikasi atau tercatat yang berhasil ditemukan itu baru sekitar 1.700-an,” ujarnya, Jumat (29/5). 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak penderita TB yang belum terdeteksi dan belum mendapatkan pengobatan.

Padahal, penemuan kasus secara dini menjadi langkah utama dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut. 

Ia menjelaskan, strategi penanggulangan TB tidak hanya berfokus pada pengobatan. Tetapi juga bagaimana menemukan penderita sedini mungkin, agar segera mendapat penanganan hingga sembuh total. 

“Sebenarnya tugas kita bagaimana upaya menemukan yang terduga tadi. Kalau penderita ditemukan dan diobati sampai sembuh, maka penularan bisa ditekan,” jelasnya. 

Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinkes Kaltara mendorong keterlibatan pemerintah desa melalui gerakan terpadu deteksi dini TB di masyarakat.

Menurutnya, desa memiliki peran penting karena lebih dekat dengan warga dan dapat membantu menemukan masyarakat yang masuk kategori suspek TB. 

“Kalau desa bisa bergerak bersama melakukan penemuan dini. Maka upaya eliminasi atau menekan kasus TB ini akan lebih maksimal,” terangnya. 

Selain rendahnya angka penemuan kasus, tantangan lain yang dihadapi yakni tingkat keberhasilan pengobatan yang masih berada di bawah 70 persen.

Kondisi itu menunjukkan masih adanya pasien yang putus pengobatan atau belum tertangani secara optimal. 

Padahal, penderita TB yang tidak diobati berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain. 

“Kalau penderita tidak ditemukan dan tidak diobati, maka dia bisa menularkan ke orang lain,” tegasnya. 

Melalui penguatan deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan, Dinkes Kaltara berharap angka kasus TB di daerah dapat ditekan. Sekaligus mendukung target eliminasi TB nasional dalam beberapa tahun ke depan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#penularan #Dinkes Kaltara #tbc