HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara memastikan kondisi banjir di sejumlah wilayah mulai berangsur surut.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, saat ini genangan air di beberapa daerah terdampak telah mengalami penurunan.
“Kalau kondisi air banjir sekarang sudah mulai berangsur surut,” ujarnya, Kamis (21/5).
Menurutnya, banjir sebelumnya sempat melanda sejumlah wilayah di Kaltara. Di antaranya Krayan, Sembakung, Lumbis, hingga kawasan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi diduga dipicu tingginya curah hujan di daerah hulu, termasuk wilayah perbatasan Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan volume air sungai meningkat dan meluap hingga ke permukiman warga.
“Kalau berdasarkan informasi dari masing-masing kecamatan, air kiriman berasal dari hulu, termasuk dari wilayah Malaysia,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kondisi serupa juga berdampak pada wilayah Bulungan karena aliran sungai yang terhubung langsung dengan daerah hulu. Meski kondisi banjir mulai membaik, BPBD Kaltara masih menetapkan status siaga banjir.
Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kembali terjadi peningkatan debit air dalam beberapa hari ke depan.
“Kita tetap mengimbau kepada seluruh stakeholder dan masyarakat. Agar tetap siap siaga menghadapi kemungkinan kenaikan volume air lagi,” tegasnya.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta pihak kecamatan. Untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan debit sungai di wilayah rawan banjir.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta tetap berhati-hati dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kenaikan air yang signifikan.
Sebelumnya, intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kalimantan Utara terendam banjir. Beberapa akses jalan dan aktivitas warga sempat terganggu akibat luapan air sungai yang meningkat drastis. (fai/uno)
Editor : Nurismi