Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sempat Picu Kepanikan Warga Jelarai, Motor Konsumen Mendadak Keluar Api Usai Isi BBM di SPBU Bulungan

Nurismi • Selasa, 19 Mei 2026 | 08:40 WIB
PENANGANAN CEPAT: Pasca insiden satu unit sepeda motor yang terbakar di SPBU Jalan Ahmad Yani, Jelarai Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, berhasil ditangani dan sesuai prosedur keselamatan operasional. (PT PERTAMINA PATRA NIAGA)
PENANGANAN CEPAT: Pasca insiden satu unit sepeda motor yang terbakar di SPBU Jalan Ahmad Yani, Jelarai Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, berhasil ditangani dan sesuai prosedur keselamatan operasional. (PT PERTAMINA PATRA NIAGA)

HARIAN RAKYAT KALTARA — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penanganan insiden yang melibatkan satu unit sepeda motor di SPBU 63772002 Jalan Ahmad Yani, Jelarai Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, berjalan cepat dan sesuai prosedur keselamatan operasional. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/5) siang. Meski sempat memicu kepanikan di area SPBU, Pertamina memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. 

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran awal, percikan api diduga berasal dari kebocoran pada bagian tangki atau karburator kendaraan. Usai proses pengisian bahan bakar selesai dilakukan. 

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini. Namun demikian, penanganan di lapangan dilakukan secara cepat oleh operator SPBU sesuai SOP keselamatan. Sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak lebih luas,” ujarnya, Senin (18/5). 

Ia menjelaskan, sesaat setelah muncul percikan api pada kendaraan konsumen. Operator SPBU langsung menghentikan sementara pelayanan penjualan bahan bakar dan melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. 

Menurutnya, langkah cepat operator menjadi faktor penting dalam mencegah api membesar dan menghindari risiko yang lebih luas di area SPBU. 

“Operator SPBU bergerak cepat melakukan penanganan awal dan pengamanan area sebagai bagian dari prosedurM mitigasi risiko di lingkungan SPBU,” jelasnya. 

Setelah kondisi berhasil dikendalikan, kendaraan kemudian dievakuasi keluar area SPBU guna memastikan keamanan tetap terjaga. Pertamina juga melakukan pengecekan fasilitas operasional sebelum pelayanan kembali dibuka untuk masyarakat. 

“APAR yang digunakan saat proses penanganan langsung dilakukan pengisian ulang agar tetap siap digunakan sewaktu-waktu,” terangnya. 

Ia menambahkan, Pertamina terus mengingatkan seluruh pengelola dan operator SPBU untuk disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan serta aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment) dalam setiap aktivitas operasional. 

“Kami berkomitmen menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dan penguatan prosedur keselamatan terus dilakukan secara berkala di seluruh SPBU,” tegasnya.

Sementara itu, Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 63772002 tetap aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Produk seperti Biosolar, Pertalite, Pertamax dan Dexlite disebut tersedia dalam kondisi normal.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan dapat menggunakan layanan SPBU seperti biasa setelah proses pengecekan operasional selesai dilakukan,” pungkasnya. (fai)

Editor : Nurismi
#spbu #Motor terbakar