Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kamar Terkunci dari Dalam, Ini Cerita Pilu Ibu di Tarakan Saat Temukan Sang Anak Sudah Tak Bernyawa

Nurismi • Senin, 18 Mei 2026 | 18:00 WIB
OLAH TKP: Unit identifikasi Satreskrim Polres Tarakan melakukan olah TKP di rumah korban. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
OLAH TKP: Unit identifikasi Satreskrim Polres Tarakan melakukan olah TKP di rumah korban. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di Jalan Aki Balak RT 67, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Setelah seorang pelajar SMA berinisial AG (18) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (16/5) sore. 

Peristiwa tersebut juga mengejutkan lingkungan sekolah korban. Karena selama ini AG dikenal aktif dan baru terpilih menjadi anggota OSIS. Peristiwa itu pertama kali diketahui pihak keluarga sekitar pukul 15.00 WITA. 

Saat itu, ibu korban berusaha memanggil anaknya dari luar kamar, namun tidak mendapat jawaban. Karena merasa curiga, keluarga kemudian meminta bantuan kerabat untuk memeriksa kondisi korban.

Kapolres Tarakan Erwin Syaputra Manik melalui Kasi Humas Iptu Rusli mengatakan, kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Sehingga keluarga terpaksa membuka pintu untuk memastikan kondisi korban.

“Awalnya ibu korban mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban. Sedangkan kamar terkunci dari dalam. Akhirnya ibu korban meminta bantuan sepupunya untuk memeriksa kondisi anaknya,” ujarnya, Minggu (17/5).

Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar. Dalam posisi gantung diri. Kejadian itu sontak membuat keluarga dan warga sekitar panik.

Menurut Rusli, saat peristiwa terjadi kebetulan di sekitar lokasi sedang berlangsung kegiatan kedukaan. Sehingga cukup banyak warga berada di lingkungan tersebut. Warga kemudian ikut membantu pihak keluarga sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara bersama personel Polsek Tarakan Barat dan Satreskrim Polres Tarakan untuk melakukan pemeriksaan awal. Mengamankan lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi.

“Unit Inafis langsung melakukan olah TKP, sementara korban dibawa ke rumah sakit dan dilakukan visum. Selanjutnya jenazah kami serahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” ungkap Rusli.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Aparat juga telah mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami juga sudah meminta keterangan dua orang saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Polisi masih mendalami latar belakang kejadian tersebut, termasuk informasi yang diperoleh dari lingkungan pergaulan korban. Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat, khususnya orang tua. Agar lebih memperhatikan kondisi emosional dan pergaulan remaja di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi mental dan lingkungan pergaulan anak-anak remaja. Serta mempercayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian,” lanjut Rusli.

Kabar meninggalnya AG juga mengejutkan rekan-rekan sekolahnya. Salah seorang teman korban mengaku tidak melihat perubahan mencolok dalam perilaku korban beberapa hari sebelum kejadian.

“Gak ada tanda-tanda lah, dia juga bukan pendiam. Makanya kami juga kaget, apalagi dia baru terpilih jadi anggota OSIS,” ujar teman korban yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, korban bahkan masih sempat berkomunikasi dan mengajak beberapa temannya beraktivitas bersama saat libur panjang akhir pekan.

“Kebetulan memang libur panjang tanggal merah, jadi kami libur empat hari. Dia ada ngajak jogging ke gunung di Bukit Mas, tapi tidak ada yang mau. Sampai akhirnya kami dapat kabar di grup sekolah kalau dia meninggal,” tuturnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#pelajar #bunuh diri #meninggal