Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BPS Tarakan Mulai Sisir Lapak Reseller, Olshop, hingga Jasa Titip Pelaksanaan Sensus Ekonomi

Nurismi • Senin, 18 Mei 2026 | 09:40 WIB
 Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mulai menyasar pelaku usaha berbasis online, reseller hingga jasa titip (jastip). Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus mendatang.

Kepala BPS Tarakan Umar Riyadi mengatakan, perubahan pola transaksi masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam sensus ekonomi kali ini.

Menurutnya, banyak pelaku usaha digital yang berkembang pesat namun belum sepenuhnya terdata dalam sistem statistik ekonomi nasional.

“Sekarang pola transaksi masyarakat sudah berubah. Ada yang bilang jualan di toko sepi, tapi jualan online ramai. Ini yang perlu ditangkap datanya,” ujarnya, Minggu (17/5).

Pelaksanaan sensus dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung sejak Mei hingga pertengahan Juni 2026 dengan sasaran usaha menengah dan usaha besar.

Pada tahap ini, BPS menerjunkan sebanyak 169 petugas yang terdiri dari 148 petugas pencacah dan 21 petugas pengawas.

Untuk perusahaan menengah dan besar, pendataan dilakukan melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) atau pengisian data secara mandiri melalui tautan resmi yang dibagikan BPS.

“Unit usaha besar maupun menengah diminta mengisi link yang dibagikan BPS secara mandiri,” katanya.

Menurut Umar, metode pengisian mandiri dinilai lebih efektif dibanding wawancara langsung. Karena perusahaan memiliki waktu untuk mengumpulkan data dari berbagai divisi sebelum diinput ke sistem.

“Kalau petugas datang langsung ke perusahaan dan menanyakan banyak hal, kadang sumber datanya berasal dari berbagai divisi. Itu akhirnya membuat proses jadi lama,” jelasnya.

Melalui metode tersebut, perusahaan dapat mengoordinasikan data produksi, tenaga kerja, hingga laporan keuangan secara lebih lengkap dan akurat.

BPS sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah perusahaan sawit di Kalimantan Utara. Sekaligus membagikan tautan pengisian sensus ekonomi.

Sementara itu, tahap kedua akan dimulai pada 15 Juni hingga Agustus 2026 dengan metode door to door atau pendataan langsung ke rumah warga.

Pada tahap ini, petugas akan menyisir seluruh wilayah permukiman di Kota Tarakan untuk memvalidasi data usaha sekaligus memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

“Di tahap kedua ini, petugas akan menyisir seluruh wilayah permukiman untuk memvalidasi data usaha sekaligus memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” beber Umar.

Menurutnya, metode kunjungan langsung diperlukan untuk menjangkau usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga yang selama ini tidak terlihat secara fisik, termasuk reseller online maupun pelaku jasa titip.

“Sambil mendata rumah, kami juga ingin menangkap usaha-usaha yang selama ini tidak terlihat secara langsung, misalnya reseller atau pelaku jasa titip,” ucapnya.

Selain mendata aktivitas ekonomi masyarakat, petugas juga akan memperbarui kondisi sosial ekonomi warga melalui aplikasi digital yang langsung terhubung ke server BPS. Sistem tersebut membuat seluruh pendataan tidak lagi menggunakan formulir kertas.

Untuk mendukung kelancaran sensus, seluruh petugas dibekali identitas resmi berupa kartu pengenal dengan barcode serta rompi khusus BPS.

Informasi identitas petugas juga telah disosialisasikan melalui media sosial resmi BPS agar masyarakat dapat mengenali petugas yang datang melakukan pendataan.

“Petugas sensus wajib memiliki identitas resmi berupa ID card dengan barcode yang memuat nama dan tugasnya,” jelas Umar.

Ia menambahkan waktu pendataan bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi masyarakat, termasuk kemungkinan dilakukan pada malam hari maupun hari libur.

BPS juga telah berkoordinasi dengan lurah dan ketua RT agar masyarakat mengetahui jadwal dan identitas petugas sensus di lingkungan masing-masing.

“Harapannya masyarakat bisa menerima petugas dengan baik dan memberikan data yang benar agar hasil sensus benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#sensus ekonomi #BPS Tarakan