HARIAN RAKYAT KALTARA — Transaksi pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengalami lonjakan sepanjang 2025.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,4 triliun dengan volume sekitar 21,5 juta transaksi, menandai semakin kuatnya penggunaan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan pertumbuhan tersebut terjadi seiring peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS di seluruh wilayah Kaltara.
“Penggunaan QRIS di Kalimantan Utara terus mengalami pertumbuhan, baik dari sisi pengguna, merchant, maupun volume transaksi,” ujarnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi QRIS di Kaltara sepanjang 2025 tumbuh hingga 408 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Sementara nominal transaksi meningkat sebesar 266 persen dibandingkan periode sebelumnya hingga mencapai Rp 2,4 triliun.
Peningkatan tersebut turut diikuti pertumbuhan jumlah pengguna QRIS di Kaltara. Hingga 2025, jumlah pengguna tercatat mencapai sekitar 131 ribu pengguna atau meningkat 8,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Selain itu, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Utara juga mengalami peningkatan. Tercatat sekitar 112 ribu merchant telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital, atau tumbuh 18 persen secara tahunan,” sebutnya.
Menurut Hasiando, peningkatan penggunaan QRIS menunjukkan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada pembayaran non tunai dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Digitalisasi pembayaran terus berkembang dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari,” katanya.
Bank Indonesia menilai potensi pengembangan QRIS di Kaltara masih cukup besar. Saat ini, tingkat penetrasi QRIS terhadap penduduk usia produktif disebut baru mencapai sekitar 25 persen.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat potensi pasar sekitar 392 ribu. Dinilai dapat didorong untuk menggunakan sistem pembayaran digital di masa mendatang.
“Kami melihat ruang pertumbuhan QRIS di Kaltara masih sangat besar, sehingga edukasi dan perluasan akseptasi akan terus diperkuat,” tutupnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi