HARIAN RAKYAT KALTARA — Persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memanas.
Tidak ada tempat aman bagi atlet lama, tidak pula ada perlakuan khusus bagi peraih medali. Semua pemanah harus bertarung dari awal demi memperebutkan tiket membela Kota Tarakan di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu.
Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan seleksi kota (selekkot) yang digelar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tarakan di lapangan panahan kawasan Ladang, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah sejak Kamis (14/5).
Sebanyak lima klub panahan dari berbagai wilayah di Tarakan menurunkan atlet-atlet terbaik mereka. Untuk bersaing memperebutkan tempat dalam skuad Porprov II/2026 yang akan digelar di Kabupaten Malinau.
Ketua Perpani Tarakan dr Rozi Djoko Arfiono menegaskan, seleksi dilakukan terbuka tanpa membedakan status atlet, baik senior maupun junior.
Menurutnya, seluruh atlet wajib menunjukkan kemampuan terbaik melalui proses seleksi agar tim yang dibentuk benar-benar kompetitif.
“Semua atlet harus ikut seleksi. Tak ada jalur khusus meskipun sudah pernah ikut atau punya pengalaman. Kita ingin mencari atlet terbaik yang benar-benar siap tampil di Porprov,” ujarnya.
Ia mengatakan, langkah tersebut sengaja diterapkan agar regenerasi atlet tetap berjalan dan memberi ruang bagi atlet muda untuk bersaing secara sehat dengan atlet senior. Dengan sistem seleksi terbuka, peluang atlet junior untuk menembus tim inti menjadi lebih besar.
“Kalau tidak dibuka seperti ini, nanti kesempatan atlet muda tertutup. Jadi semua punya peluang yang sama,” katanya.
Dalam seleksi tersebut, seluruh nomor pertandingan dipertandingkan mulai kategori barebow, standart bow, recurve hingga compound.
Tidak hanya kelas senior, kategori junior juga ikut dipantau sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang Perpani Tarakan.
Rozi menjelaskan, dari hasil seleksi nantinya akan dipilih sekitar 40 atlet terbaik untuk diproyeksikan memperkuat Tarakan pada Porprov II Kaltara.
Mereka selanjutnya akan menjalani pemusatan latihan intensif sebagai persiapan menghadapi persaingan antar daerah.
“Dari seleksi ini nanti kita ambil sekitar 40 atlet terbaik untuk dipersiapkan ke Porprov,” jelasnya.
Target yang dibebankan kepada tim panahan Tarakan pada Porprov mendatang pun tidak ringan. Perpani Tarakan ingin mempertahankan status juara umum yang berhasil diraih pada Porprov I/2022 saat Tarakan dan Bulungan menjadi tuan rumah bersama.
Saat itu, cabang olahraga panahan menjadi salah satu penyumbang medali terbesar dengan raihan 14 medali emas. Prestasi tersebut kini menjadi tolok ukur yang ingin kembali dipertahankan di Malinau nanti.
“Minimal kita bisa mempertahankan hasil sebelumnya. Tahun lalu kita dapat 14 emas dan itu yang ingin kita jaga,” tegas Rozi.
Untuk mengejar target tersebut, Perpani Tarakan telah menyusun program latihan jangka pendek. Pemusatan latihan dijadwalkan mulai berlangsung pada Juni 2026 sehingga atlet memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding sebelum Porprov dimulai.
Menurut Rozi, waktu persiapan yang tersisa akan dimanfaatkan semaksimal mungkin karena persaingan panahan antar daerah di Kaltara diprediksi semakin ketat dibanding Porprov sebelumnya.
“Daerah lain juga terus berkembang. Jadi persiapan harus benar-benar matang kalau ingin mempertahankan prestasi,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi