HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya mematangkan arah pengembangan sektor pariwisata, dengan fokus pada potensi unggulan di setiap daerah.
Pengembangan tersebut diarahkan agar selaras dengan rencana pembangunan daerah dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Njau Anau menjelaskan, konsep pengembangan pariwisata Kaltara ke depan tidak hanya menitikberatkan pada destinasi wisata semata. Tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan, budaya, hingga keterlibatan masyarakat lokal.
Pemerintah menilai seluruh kabupaten di Kaltara memiliki karakteristik dan kekuatan wisata yang berbeda-beda. Karena itu, pengembangan dilakukan dengan pendekatan fokus sesuai potensi daerah masing-masing.
“Kabupaten Malinau, misalnya, diarahkan menjadi pusat wisata minat khusus berbasis alam dan budaya. Kawasan ini dinilai memiliki kekayaan alam yang masih sangat terjaga. Termasuk keberadaan Taman Nasional Kayan Mentarang yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi,” jelasnya, Jumat (15/5).
Selain itu, terdapat 11 sub suku Dayak yang hidup di kawasan tersebut dan menjadi kekuatan budaya yang dinilai memiliki daya tarik internasional.
“Kalau di Malinau, wisata minat khusus seperti arung jeram, hutan alam, budaya masyarakat lokal hingga desa wisata punya peluang besar untuk dikembangkan,” terangnya.
Beberapa destinasi yang disebut memiliki potensi besar di antaranya Desa Wisata Setulang, Air Panas Semolon, hingga kawasan wisata alam Kayan Mentarang.
Sementara itu, Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan dinilai memiliki kekuatan pada sektor budaya dan wisata pesisir.
Di Bulungan, keberadaan situs Kesultanan Bulungan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata sejarah dan budaya.
Sedangkan masyarakat Tidung di Tarakan juga dianggap memiliki kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata.
Di sisi lain, kawasan pesisir seperti Pantai Tanah Kuning dan Karang Maling disebut memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata baru yang terintegrasi. Dengan kawasan industri hijau di Tanah Kuning-Mangkupadi.
Pemerintah berharap kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat industry. Tetapi juga berkembang menjadi pusat rekreasi dan wisata bagi pekerja maupun wisatawan.
“Yang paling penting itu destinasi harus baik, akses bagus, promosi berjalan, dan masyarakat mendapat manfaat ekonomi,” terangnya.
Pemprov Kaltara juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pariwisata.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola wisata. (fai/uno)
Editor : Nurismi