Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

500 Kuota Beasiswa PIP Masuk Kaltara, Rahmawati: Kami Perjuangkan Masa Depan Anak Perbatasan

Nurismi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:15 WIB
Anggota DPR RI, Dapil Kaltara Rahmawati. (HRK)
Anggota DPR RI, Dapil Kaltara Rahmawati. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperjuangkan Anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltara, Rahmawati. 

Tahun ini, sebanyak 500 kuota Program Indonesia Pintar (PIP) berhasil dibawa masuk ke Kaltara. Program bantuan pendidikan itu menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) sederajat. 

Rahmawati mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak di daerah, khususnya wilayah perbatasan seperti Kaltara. 

“Itu program saya dari DPR RI melalui fraksi. Bantuan Program Indonesia Pintar ini memang kami perjuangkan untuk anak-anak di Kaltara,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui proses pendataan dan pemetaan bersama sejumlah pihak agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya berkolaborasi dengan organisasi Pramuka tingkat kabupaten/kota dan provinsi, serta para kepala sekolah di berbagai daerah di Kaltara. 

“Dari kolaborasi ini kita memetakan siapa saja yang layak menerima bantuan. Kita juga ingin memberikan semangat kepada anak-anak. Agar terus melanjutkan pendidikan,” jelasnya. 

Menurutnya, Program Indonesia Pintar sangat membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan. Terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan biaya sekolah.

Dana bantuan PIP dapat digunakan untuk kebutuhan personal pendidikan. Seperti membeli perlengkapan sekolah, menunjang biaya operasional belajar, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. 

Ia menegaskan, perjuangan menghadirkan bantuan pendidikan ke Kaltara akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sebab, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah perbatasan. 

“Program ini akan terus kami perjuangkan, agar setiap tahun Kaltara tetap mendapatkan kuota bantuan pendidikan,” tegasnya. 

Selain bantuan dari pemerintah pusat, Rahmawati juga mengapresiasi program beasiswa Kaltara Unggul yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltara. Untuk mendukung pendidikan pelajar dan mahasiswa daerah. 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan. Agar akses pendidikan di Kaltara semakin merata dan mampu menciptakan generasi muda yang berkualitas. 

“Pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin anak-anak Kaltara memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harapnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Kuota PIP #perbatasan #pendidikan