Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Babak Baru Perdagangan Kaltara: Ekspor Langsung Tarakan ke Hong Kong Pangkas Biaya Logistik dan Waktu

Nurismi • Kamis, 14 Mei 2026 | 08:25 WIB
EKSPOR KALTARA: Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala hadiri FGD bersama BKHIT Kaltara, Rabu (13/5). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
EKSPOR KALTARA: Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala hadiri FGD bersama BKHIT Kaltara, Rabu (13/5). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Jalur ekspor langsung dari Tarakan ke Hong Kong mulai membuka babak baru perdagangan internasional Kalimantan Utara (Kaltara). 

Pemerintah daerah menilai akses tanpa transit tersebut dapat memangkas biaya logistic, sekaligus mempercepat pengiriman produk unggulan daerah ke pasar global.

Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala mengatakan, keberadaan penerbangan langsung menuju Hong Kong menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar ekspor. 

“Kalau memang ada penerbangan langsung ke Hong Kong, tentu sangat baik karena pengiriman bisa lebih cepat. Mungkin sekitar lima jam sudah sampai,” ujarnya, Rabu (13/5).

Menurutnya, penguatan jalur ekspor melalui udara maupun laut menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk daerah, khususnya komoditas perikanan dan produk UMKM yang memiliki potensi pasar internasional.

Ia berharap pelaku usaha mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan terobosan bisnis ke negara-negara tetangga dan pasar global lainnya.

“Kita harapkan pelaku usaha bisa mencari peluang pasar baru. Pemerintah juga terus melakukan promosi internasional terhadap potensi daerah,” katanya.

Sebelumnya, Kaltara mencatat sejarah ekspor langsung perdana dari Tarakan ke Hong Kong pada 7 Mei lalu.

Pengiriman dilakukan melalui jalur udara dengan komoditas hasil perikanan unggulan daerah yang difasilitasi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara.

Ekspor langsung itu dinilai menjadi titik awal penguatan konektivitas perdagangan internasional tanpa harus melalui daerah transit lain seperti sebelumnya.

Selain mempercepat distribusi, jalur ekspor langsung juga diyakini mampu menekan biaya pengiriman sehingga produk lokal lebih kompetitif di pasar luar negeri.

Ingkong Ala menegaskan, pemerintah daerah juga fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terutama pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

“Peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga sertifikasi halal terus kita dorong supaya UMKM kita mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota diperlukan untuk memperkuat pembinaan UMKM, termasuk melalui pendidikan vokasi dan pendampingan usaha.

Sementara untuk sektor usaha besar seperti batu bara dan kelapa sawit, menurutnya sudah berjalan melalui mekanisme investasi yang ada. Tinggal diperkuat dari sisi perizinan serta keterbukaan pasar.

“Semua daerah harus bersinergi membina UMKM agar bisa naik kelas dan masuk pasar internasional,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#pasar global #pelaku usaha #eksekutif #pemprov kaltara