Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kesaksian Anak 10 Tahun di Bulungan: Lihat Ayah Terlentang dan Kaki Tersangkut Kabel Setrum di Atas Perahu

Nurismi • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:10 WIB
TAK BERNYAWA: Nelayan yang tersangkut di tepi perahu ditemukan sudah tidak bernyawa diduga kena setrum ikan miliknya. (POLRESTA BULUNGAN)
TAK BERNYAWA: Nelayan yang tersangkut di tepi perahu ditemukan sudah tidak bernyawa diduga kena setrum ikan miliknya. (POLRESTA BULUNGAN)

HARIAN RAKYAT KALTARA  — Seorang nelaya ditemukan meninggal dunia di atas perahunya di kawasan Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Senin (11/5) pagi. 

Korban diketahui berinisial I (45), warga Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur. Korban diduga meninggal akibat tersetrum kabel alat setrum ikan miliknya sendiri saat mencari ikan di sungai. 

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S Kasubsi PIDM Sihumas Aipda Hadi Purnomo mengatakan, informasi penemuan jenazah diterima polisi sekitar pukul 06.32 Wita dari masyarakat nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. 

“Korban ditemukan di atas perahu yang berada di sekitar Sungai Tuan,” ujarnya. 

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban berinisial As (10) yang saat itu ikut berada di atas perahu.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 05.50 Wita anak korban terbangun dari tidurnya di bagian belakang perahu. Saat itu ia melihat ayahnya sudah dalam kondisi terjatuh di sisi perahu dengan posisi terlentang. 

“Kaki korban diketahui tersangkut kabel setrum yang terhubung ke aki. Sementara bagian kepala korban masuk ke dalam air sungai,” terangnya. 

Melihat kondisi tersebut, anak korban langsung mencabut kabel setrum dari aki dan berusaha memanggil ayahnya. Namun korban tidak memberikan respons.

Karena panik dan melihat perahu hanyut terbawa arus ke tengah sungai, anak korban kemudian berteriak meminta pertolongan. 

Teriakan itu didengar seorang pemancing perempuan berinisial ML yang sedang memancing bersama rekannya di sekitar Sungai Tuan. 

“Ia mendengar seorang anak meminta tolong dari tengah sungai. Saat ditanya, anak itu mengatakan bapaknya kesetrum,” kata dia. 

Setelah mendekati perahu korban, saksi melihat korban dalam kondisi tidak bergerak. Dengan posisi tubuh tersangkut di pinggir perahu. 

Saksi bersama rekannya kemudian menarik perahu korban ke tepi sungai dan menghubungi pihak kepolisian. 

“Tak lama kemudian, keponakan korban berinisial S datang ke lokasi setelah mendapat informasi dari warga terkait dugaan korban meninggal akibat tersetrum saat mencari ikan,” ungkapnya. 

Setibanya di lokasi, ia mendapati korban masih berada di sisi perahu dengan kondisi kepala masuk ke air. Korban kemudian diangkat ke atas perahu dan dibawa pulang oleh pihak keluarga. 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit lambung. Polisi menduga korban kemungkinan mengalami sakit mendadak saat melakukan aktivitas menyetrum ikan. Hingga akhirnya pingsan dan tersangkut kabel setrum miliknya sendiri. 

“Korban meninggal akibat tersetrum kabel setrum ikan miliknya sendiri. Sehingga korban terjatuh dan tidak dapat bernapas karena posisi kepala masuk ke dalam air,” jelasnya. 

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Satreskrim

Polresta Bulungan juga telah membuat berita acara penyerahan jenazah serta penolakan autopsi yang ditandatangani pihak keluarga.

Sementara barang bukti berupa aki dan kabel setrum ikan telah diamankan oleh keluarga korban. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#kesetrum #nelayan #polres bulungan #meninggal