HARIAN RAKYAT KALTARA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai membawa perubahan besar terhadap pola kerja media digital dan industri konten di Indonesia.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai tidak lagi dapat dihindari, termasuk dalam proses produksi informasi dan pengembangan konten kreatif di era digital.
Hal tersebut mengemuka dalam pemaparan Sakina Rakhma Diah, dan Josua Simanjuntak, dalam kegiatan diskusi mengenai perkembangan media digital dan pemanfaatan AI dalam industri konten.
Sakina Rakhma Diah menjelaskan, perkembangan AI telah mengubah cara kerja media dalam memproduksi informasi.
Menurutnya, teknologi AI kini mulai dimanfaatkan untuk membantu proses pengumpulan data, riset, hingga pengolahan informasi awal sebelum dipublikasikan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan AI tidak dapat menggantikan sepenuhnya peran jurnalis dalam menghasilkan karya jurnalistik.
“AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi proses verifikasi dan pengambilan keputusan editorial tetap dilakukan manusia,” ujarnya, Senin (11/5).
Ia mengatakan, media tetap harus mengedepankan prinsip akurasi dan verifikasi dalam setiap produksi berita, meskipun teknologi AI semakin berkembang.
Menurut Sakina, perkembangan teknologi digital menuntut insan media. Untuk terus beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat.
“Masyarakat sekarang menginginkan informasi yang cepat. Tetapi media tetap harus menjaga kualitas dan kredibilitas informasi,” katanya.
Selain membahas perkembangan AI, diskusi tersebut juga menyoroti perubahan pola distribusi konten di media digital yang kini semakin bergantung pada platform media sosial dan konten visual.
Sementara itu, Josua Simanjuntak mengatakan, perkembangan media digital membuat kreativitas menjadi salah satu faktor penting dalam menarik perhatian audiens.
Menurutnya, media saat ini tidak hanya dituntut menyajikan informasi, tetapi juga mampu mengemas konten secara menarik. Agar dapat menjangkau pembaca lebih luas.
“Konten sekarang harus relevan dan dekat dengan audiens. Cara penyampaiannya juga perlu menyesuaikan dengan platform yang digunakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola konsumsi informasi masyarakat terus berubah seiring perkembangan teknologi dan media sosial. Karena itu, media perlu memahami karakter audiens dalam menentukan format konten yang diproduksi.
Josua menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dan AI dapat menjadi alat bantu dalam pengembangan konten, selama tetap digunakan secara bertanggung jawab.
“Teknologi bisa membantu proses kreatif dan distribusi konten, tetapi tetap harus ada kontrol dan pertimbangan dari manusia,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, keduanya juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Masyarakat dinilai perlu lebih selektif dalam menerima dan membagikan informasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Perkembangan AI dan media digital disebut akan terus berjalan seiring perubahan teknologi global. Karena itu, insan media dan kreator konten dituntut untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. (sas/uno)
Editor : Nurismi