Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bulog Bangun Gudang 1.000 Ton di Malinau Tahun Ini, Solusi Tekan Harga Beras dan Biaya Logistik Pedalaman

Nurismi • Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:15 WIB
GUDANG BULOG: Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan akan membangun gudang di Malinau untuk mempercepat penanganan logistik saat terjadi bencana. (FAISAL/HRK)
GUDANG BULOG: Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan akan membangun gudang di Malinau untuk mempercepat penanganan logistik saat terjadi bencana. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan memastikan pembangunan gudang penyimpanan beras di Kabupaten Malinau mulai berjalan pada tahun 2026. 

Pembangunan tersebut dilakukan untuk memperkuat distribusi cadangan pangan pemerintah. Sekaligus mempercepat penanganan logistik saat terjadi bencana di wilayah pedalaman Kalimantan Utara. 

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan Oktavianur mengatakan, saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Malinau. 

Meski demikian, anggaran pembangunan dipastikan sudah berjalan pada tahun ini. Sehingga pembangunan gudang ditargetkan dapat segera direalisasikan. 

“Masih proses hibah, tetapi anggarannya sudah berjalan di tahun ini. Otomatis pembangunannya akan berjalan tahun ini,” ujarnya, Jumat (8/5). 

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan Pemkab Malinau untuk pembangunan gudang Bulog seluas 1,7 hektare. Gudang tersebut nantinya memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton beras. 

Lahan yang dihibahkan sementara sekitar 1,7 hektare. Paling tidak Desember nanti gudangnya sudah berdiri.

Menurut Oktavianur, pembangunan gudang di Malinau menjadi langkah strategis untuk mendekatkan distribusi cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman. 

Selama ini, pasokan beras menuju Malinau masih didistribusikan dari gudang Bulog di Tanjung Selor. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu pengiriman cukup lama dan biaya angkut tinggi yang akhirnya memengaruhi harga jual beras di daerah tujuan. 

“Selama ini pengiriman dari sini menuju Malinau cukup jauh dan membutuhkan waktu. Ongkos angkut juga memengaruhi harga beras,” jelasnya. 

Karena itu, keberadaan gudang Bulog di Malinau diharapkan dapat mempercepat distribusi sekaligus menekan biaya logistik pangan di wilayah tersebut. 

“Selain untuk distribusi pangan, pembangunan gudang juga diproyeksikan menjadi langkah antisipasi menghadapi kondisi darurat dan bencana alam. Khususnya di wilayah Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT),” terangnya. 

Menurut Oktavianur, lokasi Malinau dinilai lebih strategis untuk menjangkau sejumlah wilayah pedalaman dibandingkan distribusi langsung dari Bulungan. 

“Kalau nanti ada bencana di daerah KTT atau Malinau, antisipasinya akan lebih cepat karena jaraknya lebih dekat,” terangnya. 

Ia menambahkan, gudang Bulog di Malinau nantinya tetap berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Bulungan. Stok beras dari gudang pusat di Bulungan akan didistribusikan secara berkala, untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan di wilayah tersebut.

“Kami siap menjaga stok pangan pemerintah, khususnya di Kalimantan Utara agar tetap aman,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#distribusi pangan #Bulog Bulungan