Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sinergi Lawan Narkoba: Lapas Tarakan dan BNNP Kaltara Sukses Gelar Tahap Pasca Rehabilitasi bagi Warga Binaan

Nurismi • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:45 WIB
TES URINE: BNNP Kaltara lakukan tes urine ke warga binaan Lapas Kelas II A Tarakan, Rabu (6/5). (LAPAS KELAS II A TARAKAN UNTUK HRK)
TES URINE: BNNP Kaltara lakukan tes urine ke warga binaan Lapas Kelas II A Tarakan, Rabu (6/5). (LAPAS KELAS II A TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, pendekatan rehabilitasi kini menjadi garda depan untuk mengembalikan warga binaan ke kehidupan yang lebih sehat dan produktif. 

Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara), Lapas Kelas II A Tarakan secara berkelanjutan menggelar Program Layanan Rehabilitasi Pemasyarakatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Program ini menyasar narapidana kasus narkotika, sebagai bagian dari pembinaan sekaligus strategi pencegahan peredaran gelap narkoba di dalam lapas. Kegiatan tersebut merupakan tahap lanjutan dari rangkaian rehabilitasi yang telah berjalan sebelumnya.

Konselor Adiksi BNNP Kaltara Fachri menjelaskan, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap. Mulai dari screening, pelaksanaan terapi, hingga pasca rehabilitasi.

“Hari ini kami melaksanakan tahap pasca rehabilitasi. Sebelumnya peserta telah mengikuti lima kali pertemuan, termasuk diskusi kelompok. Hasilnya cukup menggembirakan, seluruh peserta menunjukkan perkembangan positif,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia menambahkan, pada tahap sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan urine terhadap peserta. Dengan hasil seluruhnya dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.

Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan pemulihan para peserta.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Tarakan Jupri menegaskan, program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan BNNP dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Program ini tidak hanya soal penyembuhan, tetapi juga membangun kesadaran dan tekad warga binaan untuk berubah. Kunci utama keberhasilan rehabilitasi ada pada kemauan dari dalam diri masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan rehabilitasi juga memberikan dampak positif terhadap kondisi internal lapas. Mulai dari peningkatan pembinaan mental dan kerohanian hingga terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang lebih kondusif. 

“Kami berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak,” tutur Jupri.

Di sisi lain, BNN terus menguatkan peran melalui empat program utama, yakni pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pendekatan smart power approach, serta penguatan kerja sama lintas sektor.

Dalam konteks itu, layanan rehabilitasi menjadi bagian penting dari strategi penanganan narkotika yang lebih komprehensif, tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pemulihan.

“Dengan pendekatan ini, Lapas Tarakan tidak sekadar menjadi tempat menjalani hukuman. Tetapi juga ruang untuk memperbaiki diri dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik,” harapnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#tes urine #warga binaan #lapas tarakan