HARIAN RAKYAT KALTARA — Peresmian Asrama Haji Transit Tower 2 di Kota Tarakan tidak hanya menjadi penanda beroperasinya fasilitas baru bagi Jemaah. Tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh terhadap persoalan lama yang belum terselesaikan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, pembangunan dan pengelolaan asrama haji harus berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Ia menekankan, peresmian bukanlah akhir dari proses, melainkan titik awal untuk memastikan tidak ada persoalan yang tertinggal dari periode sebelumnya.
“Hari ini saya resmikan, tetapi bukan berarti seluruh persoalan selesai. Justru yang ingin kami pastikan. Apakah masih ada masalah-masalah sebelumnya yang belum diselesaikan. Kalau masih ada, itu harus segera dibereskan, tidak boleh ditunda-tunda,” tegasnya, Selasa (5/5).
Kunjungan kerja ke Tarakan, lanjutnya, difokuskan untuk menelusuri potensi persoalan lama yang berisiko menjadi beban bagi kementerian yang baru.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berlarut dan mengganggu tata kelola ke depan.
Sebagai langkah konkret, kementerian melibatkan Kejaksaan Negeri Tarakan untuk melakukan penilaian ulang terhadap asset.
Serta pekerjaan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada kewajiban yang tertinggal, termasuk kemungkinan tunggakan kepada pihak ketiga.
“Kejaksaan kami libatkan untuk melakukan assessment terhadap aset yang dialihkan. Supaya jelas apakah ada kewajiban yang belum diselesaikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, kementerian juga akan menelusuri temuan pengawasan dari Badan Pemeriksa Keuangan maupun inspektorat pada periode sebelumnya yang belum ditindaklanjuti.
Menurutnya, penyelesaian temuan tersebut penting, agar tidak menjadi beban administratif maupun hukum di masa mendatang.
Ia juga mengungkapkan adanya laporan masyarakat yang kini sedang diproses oleh kepolisian terkait dugaan kemahalan harga atau markup dalam sejumlah pekerjaan pembangunan.
“Ini tentu harus segera dituntaskan oleh pihak kepolisian,” tegasnya.
Persoalan tersebut diduga berkaitan dengan proyek pada periode sebelumnya. Termasuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Meski kementerian saat ini tidak terlibat dalam proses lama, ia menegaskan penyelesaian tetap harus dilakukan.
Di sisi lain, kondisi fisik bangunan juga menjadi perhatian. Ia menyebut adanya laporan kerusakan pada beberapa bagian yang diduga akibat gempa. Namun, ia meminta agar penyebabnya diverifikasi secara teknis.
“Jangan langsung dikaitkan dengan gempa tanpa verifikasi. Harus dipastikan apakah karena faktor alam atau kualitas bangunan yang tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya.
Selain aspek hukum dan teknis, pembenahan lingkungan asrama juga menjadi sorotan. Kebersihan, kerapian, serta penataan kawasan dinilai penting untuk mendukung kenyamanan jemaah.
Keberadaan Asrama Haji Transit Tower 2 di Tarakan diharapkan menjadi simpul layanan strategis bagi jemaah asal Kalimantan Utara. Khususnya di wilayah perbatasan, sebelum diberangkatkan ke embarkasi utama.
Ia pun meminta seluruh pihak terkait, termasuk pengelola asrama dan jajaran kementerian di daerah, untuk segera menuntaskan berbagai persoalan yang masih tersisa.
“Jangan ditunda-tunda lagi. Semua harus segera diselesaikan, supaya pengelolaan ke depan benar-benar bersih dan tidak menyisakan masalah,” tuturnya.
Kunjungan Wamenhaj RI ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat dalam memastikan pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji di daerah berjalan optimal.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenhaj yang turun langsung meninjau proses pelaksanaan haji di Bumi Benuanta.
“Kita kedatangan tamu istimewa Wakil Menteri Haji dan Umrah yang ditugaskan untuk memantau pelaksanaan haji di Kaltara,” kata Zainal.
Ia mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan proses haji, mulai dari kabupaten/kota hingga tiba di Tarakan berjalan dengan baik.
Zainal menambahkan bahwa, peninjauan ini mencakup proses pemberangkatan jemaah dari Tarakan menuju Embarkasi Balikpapan.
“InsyaAllah, besok sore rencananya kita akan melepas jemaah haji di Balikpapan,” ujarnya.
Waktu istirahat sangat penting bagi jemaah, mengingat setelah tiba di embarkasi masih harus menjalani sejumlah tahapan. Seperti pemeriksaan kesehatan dan masa tunggu sebelum keberangkatan. (sas/uno)
Editor : Nurismi