HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kaltara bersama DPRD Kaltara saat ini tengah membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sebagai dasar arah pembangunan jangka panjang daerah.
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah catatan penting menjadi perhatian. Termasuk soal tenaga kerja hingga penetapan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Wakil Ketua DPRD Kaltara Muddain menegaskan, isu ketenagakerjaan menjadi salah satu rekomendasi utama dalam pembahasan RTRW.
Kebijakan tata ruang harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk membuka peluang kerja bagi tenaga lokal.
“Permasalahan tenaga kerja menjadi salah satu fokus kami dalam pembahasan RTRW. Ini penting agar arah pembangunan ke depan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat lokal,” ujarnya, Selasa (5/5).
DPRD Kaltara juga menyoroti kebijakan nasional terkait penunjukan kawasan PSN yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.
Dalam sejumlah kasus, penetapan kawasan PSN yang tertuang dalam RTRW nasional dilakukan secara sepihak, tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan historis di daerah.
“Menurut kami, kebijakan nasional yang dituangkan dalam RTRW nasional masih belum sepenuhnya melibatkan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun masyarakat. Padahal di lokasi tersebut terdapat sejarah, budaya, bahkan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan PSN ternyata memiliki nilai historis tinggi. Mulai dari keberadaan permukiman warga, situs budaya, hingga fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
Saat ini, DPRD melalui panitia khusus (Pansus) bersama pemerintah provinsi tengah melakukan upaya negosiasi dengan pemerintah pusat agar kawasan-kawasan yang memiliki nilai historis dan sosial tersebut dapat dikeluarkan dari daftar PSN.
Muddain menambahkan, DPRD Kaltara akan terus mengawal pembahasan RTRW agar kebijakan yang dihasilkan tidak merugikan masyarakat. Serta tetap memperhatikan aspek sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan. (fai/adv/uno)
Editor : Nurismi