HARIAN RAKYAT KALTARA — Personel Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltara menunjukkan aksi quick response dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Bulungan, Minggu (3/5) lalu.
Langkah cepat ini diambil menyusul terdeteksinya titik api di kawasan Jalan Jelarai, Kelurahan Jelarai Hulu. Guna memutus rantai penyebaran api, sebanyak 15 personel diterjunkan langsung ke lokasi.
“Kami bergerak cepat melakukan pemadaman serta pendinginan di titik-titik api yang masih berasap. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu api kembali menyala,” ujar salah seorang personel Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltara Ipda Diamon di sela-sela evakuasi.
Kehadiran personel Brimob di tengah kepulan asap tidak hanya fokus pada pemadaman. Tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga di sekitar lokasi kejadian.
Upaya ini merupakan bentuk nyata kesiapsiagaan Polri dalam memitigasi bencana karhutla yang kerap menjadi ancaman musiman di wilayah Kalimantan.
Situasi di lokasi dilaporkan telah terkendali, namun personel tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru akibat cuaca panas dan angin kencang.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama berbagai pihak melaksanakan kegiatan penanaman pohon dalam rangka reboisasi dan pencegahan bencana alam tahun 2026 di Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor, Senin (4/5).
Kegiatan yang berlangsung di area PT Benamakmur Selaras Sejahtera ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Tidak sekadar hadir, Wakil Bupati Bulungan Kilat turut turun langsung ke lapangan menanam pohon bersama jajaran TNI dari Kodim 0903/Bulungan, pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.
Aksi tersebut menjadi pesan nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan langsung, bukan hanya seremonial. Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan, saya menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0903/Bulungan beserta jajaran. Serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini. Ini wujud nyata kepedulian kita bersama terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis. Melainkan langkah strategis dalam menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Kita menyadari kerusakan lingkungan seperti deforestasi dan degradasi lahan dapat meningkatkan risiko bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Reboisasi melalui penanaman pohon menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab tantangan lingkungan.
Wakil Bupati menilai, kolaborasi semacam ini perlu terus diperkuat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam komitmen bersama. Sinergi seperti ini harus terus dijaga dan perkuat ke depan.
Apresiasi juga disampaikan kepada pihak PT Benamakmur Selaras Sejahtera yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Peran dunia usaha dinilai sangat penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Wakil Bupati mengingatkan keberhasilan reboisasi tidak berhenti pada penanaman, tetapi harus diikuti dengan perawatan yang berkelanjutan. Agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi juga diikuti dengan pemeliharaan yang baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Penanaman pohon dimaknai bukan hanya sebagai upaya penghijauan, tetapi juga sebagai investasi masa depan dalam mencegah bencana dan menjaga kualitas hidup generasi mendatang. (uno2)
Editor : Nurismi