Sabar Menanti 13 Tahun, Wali Kota Tarakan Khairul Resmi Berangkat Haji Bersama Istri di Kloter 7
Nurismi• Selasa, 5 Mei 2026 | 09:20 WIB
LEPAS JEMAAH HAJI: Pemkot Tarakan menyalami jemaah haji di Masjid Baitul Izzah, Senin (4/5). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
HARIAN RAKYAT KALTARA — Penantian panjang selama 13 tahun akhirnya terbayar. Wali Kota Tarakan, Khairul resmi berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Senin (4/5), dalam rombongan Kloter 7 yang menjadi gelombang awal keberangkatan jemaah asal Tarakan tahun ini.
Sebanyak 103 calon jemaah haji dilepas dari Masjid Baitul Izzah Islamic Center oleh Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud.
Pada hari yang sama, keberangkatan dilanjutkan dengan Kloter 8 sebanyak 83 jemaah. Sehingga total 186 jemaah diberangkatkan dalam satu hari.
Bagi Khairul, keberangkatan tahun ini memiliki makna khusus. Ia dan sang istri telah mendaftar sejak 2013 dan baru mendapatkan kesempatan berangkat setelah lebih dari satu dekade menunggu.
“Alhamdulillah setelah 13 tahun menunggu, akhirnya bisa berangkat bersama,” ujar Khairul.
Ia menyebut persiapan yang dilakukan relatif sederhana, dengan fokus utama pada menjaga kondisi fisik. Rangkaian ibadah haji yang panjang dinilai membutuhkan stamina yang stabil.
“Persiapan standar saja, seperti mengikuti manasik, olahraga ringan, banyak minum, dan istirahat cukup,” katanya.
Selain bimbingan resmi dari pemerintah, Khairul juga mengikuti pembinaan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk memperdalam pemahaman teori dan praktik ibadah.
Dari sisi kesehatan, pemeriksaan telah dilakukan sejak awal tahapan keberangkatan. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan tenaga medis guna memastikan kesiapan fisik selama menjalankan ibadah.
Pengalaman berhaji sebelumnya pada tahun 2000, saat masih bertugas sebagai tenaga kesehatan, menjadi pembelajaran tersendiri. Namun saat itu ia tidak menjalani seluruh rangkaian ibadah sebagai jemaah penuh.
“Tahun ini saya ingin fokus sebagai jemaah penuh,” ujarnya, seraya menegaskan alasan menolak tawaran menjadi ketua rombongan.
Selama menjalankan ibadah sekitar 40 hari, tugas pemerintahan di Kota Tarakan sementara dijalankan oleh Wakil Wali Kota bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Koordinasi tetap dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berjalan normal.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi cuaca panas dan padatnya aktivitas di Tanah Suci menjadi tantangan utama bagi jemaah.
“Ibadah haji ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Jangan memaksakan diri jika sudah lelah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga pola makan dan asupan cairan guna mencegah dehidrasi, serta tetap bersama rombongan untuk memudahkan koordinasi.
“Istirahat, makan, dan minum itu hal dasar, tapi sangat penting. Jangan sampai diabaikan. Kami berharap seluruh jemaah asal Tarakan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat,” harap Ibnu. (sas/uno)