HARIAN RAKYAT KALTARA — Upaya membuka keterisolasian wilayah di Kalimantan Utara terus dikebut melalui pembangunan infrastruktur jembatan di sejumlah titik strategis.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menargetkan sejumlah proyek dapat rampung dan difungsikan pada 2027.
Menurutnya, kondisi geografis Kaltara yang didominasi wilayah perbukitan dan perbatasan menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur.
Sejumlah daerah seperti Malinau dan Krayan masih menghadapi keterbatasan akses. Sehingga pembangunan jembatan menjadi solusi utama.
“Memang konektivitas kita masih belum maksimal. Tapi kita terus berupaya, dan insyaAllah pada 2027 beberapa jembatan sudah bisa dilalui,” katanya, Minggu (3/5).
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jembatan B2A yang diharapkan mampu memperlancar arus transportasi dan distribusi logistik. Selain itu, pembangunan jembatan di wilayah Binuang dan Semamu juga tengah berjalan.
“Seluruh proyek tersebut dibiayai melalui APBN dan dikerjakan oleh balai jalan di bawah pemerintah pusat. Saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap awal, termasuk pengerjaan fondasi,” terangnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang memengaruhi kecepatan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah sangat bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Ia juga menyinggung rencana bantuan anggaran sebesar Rp 150 miliar untuk pembangunan infrastruktur tambahan. Namun, hingga kini baru sekitar Rp 50 miliar yang terealisasi.
“Harapan kita komitmen itu tetap berjalan, sehingga jembatan-jembatan kecil yang belum layak bisa segera dibangun dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah juga akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Diharapkan akses antarwilayah di Kalimantan Utara semakin terbuka dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi