Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tampung 773 Siswa, SMKN 4 Tarakan Berharap Pembangunan Ruang Kelas Baru Segera Terealisasi

Nurismi • Senin, 4 Mei 2026 | 11:05 WIB
BELUM MEMADAI: Ruang praktik siswa SMKN 4 Tarakan belum dilengkapi sarana prasarana. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
BELUM MEMADAI: Ruang praktik siswa SMKN 4 Tarakan belum dilengkapi sarana prasarana. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Di tengah meningkatnya jumlah siswa setiap tahun, SMK Negeri 4 Tarakan justru harus bertahan dengan keterbatasan ruang dan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai. 

Kondisi ini memaksa sekolah mengoptimalkan setiap sudut ruang agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Saat ini, sekolah menampung 773 siswa dengan aktivitas pembelajaran yang berlangsung normal. Meskipun dari sisi sarana dan prasarana masih jauh dari ideal. 

Keterbatasan ruang menjadi tantangan utama, terutama seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Sudirman mengungkapkan, upaya pemenuhan fasilitas sebenarnya telah dimulai melalui pengadaan lahan oleh pemerintah. 

Total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 4,1 hektare, dengan porsi sekitar 2,1 hektare diperuntukkan bagi SMK Negeri 4 Tarakan.

“Lahannya sebenarnya sudah tidak ada masalah. Informasinya sudah dibeli pemerintah, hanya saja untuk administrasi seperti akta tanah masih dalam proses penyelesaian,” ujarnya, Minggu (3/5).

Namun, rencana pengembangan fisik sekolah belum berjalan sesuai harapan. Pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang sempat masuk dalam program tahun 2025 terpaksa ditunda, akibat keterbatasan waktu dan kendala administrasi.

“Perencanaannya sudah ada, tapi karena waktunya mepet dan ada kendala administrasi. Akhirnya tidak bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Penundaan tersebut berdampak pada pengembalian anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025. Untuk tahun 2026. Pembangunan belum masuk agenda, sehingga harapan kini bergeser ke tahun 2027.

Di sisi lain, kondisi bangunan yang ada saat ini diakui belum sepenuhnya nyaman. Meski demikian, siswa dan tenaga pendidik tetap beradaptasi agar proses pembelajaran tidak terganggu.

“Kalau soal nyaman, memang belum maksimal. Tapi anak-anak sudah terbiasa, jadi tetap mengikuti pelajaran seperti biasa,” katanya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMK Negeri 4 Tarakan terus meningkat.

Pada tahun ajaran baru mendatang, sekolah kembali membuka tujuh rombongan belajar untuk menampung siswa baru.

Sekolah ini memiliki empat program keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Animasi. Dari keempat jurusan tersebut, DKV menjadi salah satu yang paling diminati.

“Biasanya DKV paling cepat penuh, kemudian disusul TKJ. Memang jurusan berbasis kreatif dan teknologi sekarang cukup diminati,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari pengembangan pendidikan kejuruan, SMK Negeri 4 Tarakan juga diarahkan sebagai pusat pengembangan teknologi informasi (IT) oleh Dinas Pendidikan, bersama pembagian fokus dengan SMK negeri lainnya di Tarakan.

Dari sisi fasilitas praktik, seluruh jurusan telah memiliki laboratorium masing-masing. Bahkan pada 2025, sekolah mendapatkan tambahan bangunan laboratorium. Namun, pemanfaatannya belum maksimal karena masih menunggu peningkatan daya listrik.

“Lab sudah ada semua, tapi yang baru belum bisa difungsikan penuh karena masih perlu penambahan listrik,” ujarnya.

Ke depan, pengembangan sekolah direncanakan dilakukan secara bertahap di area belakang lahan agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang sedang berjalan.

“Kalau pembangunan nanti di belakang dulu. Setelah selesai, baru bangunan depan akan dibongkar secara bertahap,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga mengusulkan program revitalisasi ke pemerintah provinsi dan kementerian, baik untuk penambahan ruang kelas maupun rehabilitasi bangunan yang ada.

Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, kebutuhan ruang belajar menjadi semakin mendesak. Pihak sekolah berharap rencana pembangunan yang telah disusun dapat segera direalisasikan agar kualitas pembelajaran semakin optimal.

“Harapannya fasilitas bisa segera dilengkapi, supaya anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan maksimal,” harapnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Disdik Tarakan #pembangunan kelas #SMKN 4 Tarakan