Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Wagub Ingkong Ala Tegaskan Investor di Kaltara Wajib Prioritaskan 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

Nurismi • Senin, 4 Mei 2026 | 09:20 WIB
ILUSTRASI: Pemprov Kaltara meminta seluruh investor agar 70 persen tenaga kerja berasal dari lokal. (HRK)
ILUSTRASI: Pemprov Kaltara meminta seluruh investor agar 70 persen tenaga kerja berasal dari lokal. (HRK)

HARIAN RAKYAT — Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke wilayah tersebut. 

Menurutnya, persoalan lapangan kerja dan perlindungan tenaga kerja menjadi catatan utama pemerintah provinsi. Ia menekankan setiap investor yang beroperasi di Kaltara telah didorong untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dengan komposisi ideal 70 persen tenaga lokal dan 30 persen dari luar daerah. 

“Komitmen itu sudah kita sampaikan kepada seluruh investor. Kita minta agar 70 persen tenaga kerja berasal dari lokal. Namun, faktanya di lapangan belum sepenuhnya seperti itu,” ujarnya, Minggu (3/5). 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari fase pembangunan yang saat ini masih didominasi pekerjaan konstruksi.

Sektor ini membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus yang masih terbatas dimiliki oleh tenaga lokal. 

“Karena masih tahap pembangunan, terutama konstruksi yang membutuhkan skill tertentu. Maka banyak tenaga kerja dari luar daerah yang terlibat. Tetapi ke depan, peluang tenaga lokal tetap terbuka luas,” jelasnya. 

Meski demikian, Pemprov Kaltara tetap berupaya memastikan agar tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Pemerintah terus melakukan komunikasi dan penekanan kepada investor. Agar secara bertahap meningkatkan proporsi tenaga kerja lokal, terutama saat proyek memasuki tahap operasional. 

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah perusahaan sudah mulai membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, meskipun belum sesuai target yang diharapkan. 

“Sekarang sebenarnya sudah ada kesempatan, hanya saja belum maksimal. Kita akan terus kawal agar komitmen ini benar-benar dijalankan,” tegasnya. 

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada jumlah tenaga kerja yang terserap. Tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#investasi #pemprov kaltara