HARIAN RAKYAT KALTARA — Bursa calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Utara mulai memanas.
Panitia membuka pendaftaran calon ketua umum periode 2026—2031 sejak 1-15 Mei 2026. Dengan harapan muncul lebih banyak kandidat agar proses pemilihan berlangsung kompetitif.
Ketua Organizing Committee (OC) Kadin Kaltara Nur Huda mengatakan, ingin menghindari skenario aklamasi seperti yang terjadi pada periode sebelumnya. Menurutnya, semakin banyak calon yang mendaftar akan semakin baik bagi dinamika organisasi.
“Kalau bisa sebanyak-banyaknya kandidat yang maju. Jangan sampai kembali terjadi aklamasi. Karena kita ingin ada pilihan dan kompetisi sehat,” ujarnya, Kamis (30/4).
Ia menjelaskan, pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran dilakukan di Sekretariat Kadin Kaltara yang berlokasi di Jalan Gapensi, Tanjung Selor. Panitia memberikan waktu sekitar dua pekan bagi para calon untuk melengkapi berkas administrasi.
Meski demikian, panitia tidak menutup kemungkinan adanya fleksibilitas waktu pendaftaran. Jika terdapat calon yang mendaftar di luar jadwal. Hal tersebut tetap akan dipertimbangkan dengan melihat kondisi di lapangan.
“Di luar jadwal tetap kami pertimbangkan. Tapi kami harapkan semua mengikuti waktu yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Untuk persyaratan, calon Ketua Umum wajib merupakan pengusaha Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin. Serta melengkapi dokumen pendukung seperti surat keterangan sehat.
“Terkait batas minimal masa keanggotaan masih dalam pembahasan bersama steering committee,” kata dia.
Menariknya, tidak ada batasan usia bagi calon ketua umum. Panitia menilai hal terpenting adalah kapasitas dan pengalaman sebagai pelaku usaha.
“Penetapan Ketua Umum Kadin Kaltara nantinya akan dilakukan melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Kaltara periode 2016-2021 dan 2021-2026, Kilit Laing, berharap kepengurusan mendatang mampu membawa organisasi lebih dikenal dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Kadin harus menjadi mitra strategis pemerintah dan hadir dalam setiap pembahasan program kerja. Kita ingin Kadin dilirik tanpa harus diminta,” terangnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan ke depan harus diisi figur yang profesional, loyal. Serta memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Kadin sebagai motor penggerak ekonomi di Kalimantan Utara.
“Ini jadi salah satu harapan kita semua untuk ketua Umum Kadin Kaltara periode berikutnya nanti ketika sudah dilantik,” tuturnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi