Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Modus Baru di Selumit Pantai: BNNK Tarakan Bongkar Lubang Sabu di Bawah Tempat Sampah

Nurismi • Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB
PEMBONGKARAN: Petugas gabungan membongkar lubang yang diduga sebagai tempat transaksi narkotika, Selasa (27/4) lalu. (BNNK TARAKAN UNTUK HRK)
PEMBONGKARAN: Petugas gabungan membongkar lubang yang diduga sebagai tempat transaksi narkotika, Selasa (27/4) lalu. (BNNK TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan kembali menggelar razia di kawasan rawan peredaran narkotika, tepatnya di wilayah Timbunan RT 12, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, Senin (27/4) lalu. 

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sebuah lubang baru yang diduga kuat digunakan sebagai lokasi transaksi narkotika jenis sabu-sabu dengan modus tersembunyi.

Kepala BNNK Tarakan Evon Meternik melalui Ketua Tim Pemberantasan, Agus Andi Suprayitno mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi rutin menyasar titik-titik rawan peredaran narkoba di Kota Tarakan. 

Kawasan Selumit pantai, khususnya daerah Timbunan menjadi target berdasarkan informasi masyarakat dan hasil pemetaan sebelumnya.

“Kami melakukan kegiatan rutin di daerah rawan peredaran narkotika. Lokasi yang kami sasar kawasan Selumit Pantai, daerah Timbunan. Tim masuk dari arah belakang untuk menghindari terdeteksi,” ujarnya, Rabu (28/4).

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati tujuh orang yang tengah berkumpul di sekitar gapura Kampung Tematik. Mereka kemudian diperiksa dan dimintai identitas. Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan barang bukti terkait narkotika.

“Kami curiga karena masih pagi sudah berkumpul. Jadi kami lakukan pemeriksaan. Tapi tidak ditemukan barang bukti, dan mereka mengaku hanya warga sekitar yang sedang berkumpul, sehingga kami persilakan pulang,” jelasnya.

Selanjutnya, tim bergerak melakukan penelusuran lebih dalam ke area yang dicurigai. Berdasarkan informasi yang telah diterima sekitar dua minggu sebelumnya, terdapat indikasi adanya lubang baru yang digunakan sebagai tempat transaksi narkotika.

“Informasi yang kami terima menyebutkan ada lubang baru yang digunakan untuk transaksi. Meski laporan masyarakat tidak terlalu detail, kami lakukan penelusuran dan akhirnya berhasil menemukan lokasi tersebut,” katanya.

Lubang tersebut ditemukan dalam kondisi tersamarkan. Bagian atasnya ditutup menggunakan susunan batako, lalu ditimpa lagi dengan tempat sampah dari kaleng cat, sehingga tampak seperti bagian biasa dari lingkungan sekitar.

“Modusnya cukup rapi. Lubang ditutup batako, lalu di atasnya ditaruh tempat sampah. Jadi sekilas tidak mencurigakan,” ungkap Agus.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan BNN Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk melakukan pembongkaran. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti linggis dan palu, lubang tersebut akhirnya berhasil dibuka.

Dari hasil pemeriksaan, lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 40 sentimeter dan berada di bawah kolong rumah. Petugas hanya dapat melihat bagian dalam secara terbatas menggunakan senter ponsel.

“Di dalam lubang kami temukan beberapa alat seperti gunting, penjepit, dan satu lembar kertas yang diduga sebagai catatan transaksi. Di kertas itu ada tulisan nominal seperti 100 ribu dan 50 ribu, yang kami duga sebagai kode penjualan,” jelasnya.

Namun, tidak ditemukan narkotika maupun barang bukti lain dalam jumlah besar. Agus menduga catatan tersebut merupakan rekap sederhana dari aktivitas transaksi.

Selama proses kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 13.00 Wita, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan. Diduga, aktivitas transaksi berhenti sementara karena para pelaku telah mengetahui kehadiran petugas.

“Selama kami di lokasi, tidak ada aktivitas mencurigakan. Kemungkinan mereka sudah mengetahui keberadaan kami,” katanya.

Agus menambahkan, lubang yang ditemukan merupakan titik baru yang diduga mulai beroperasi dalam dua minggu terakhir. Lokasinya masih berada dalam satu kawasan, meski agak berjauhan dari titik-titik lama yang sebelumnya telah ditutup.

“Ini lubang baru. Sebelumnya kami sudah menutup beberapa lubang lain. Polanya memang berpindah-pindah, tapi masih di kawasan yang sama,” ujarnya.

Dalam upaya pemberantasan narkotika, BNNK Tarakan juga mengakui masih menghadapi kendala minimnya informasi dari masyarakat. Warga sekitar cenderung enggan memberikan keterangan terkait aktivitas mencurigakan karena alasan keamanan.

“Tapi kami pastikan identitas pelapor akan kami lindungi sepenuhnya. Kami sangat berharap peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” pesannya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#modus baru #peredaran narkoba #BNNK Tarakan