HARIAN RAKYAT KALTARA - Gerakan Pramuka di Kalimantan Utara dinilai masih jauh dari potensi ideal yang seharusnya bisa dicapai.
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara tahun 2026, menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan arah gerakan kepramukaan di daerah.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati menerangkan, meski seluruh program kerja tahun 2025 telah terealisasi hingga 100 persen.
Capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan dan potensi besar yang dimiliki Kalimantan Utara, terutama dalam mencetak Pramuka berprestasi.
Salah satu indikatornya terlihat dari jumlah Pramuka Garuda yang saat ini masih berkisar antara 300-350 orang.
“Angka ini dinilai belum sebanding dengan jumlah pelajar di Kaltara yang mencapai ribuan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Padahal, potensi untuk mencetak lebih banyak Pramuka unggul dinilai sangat terbuka lebar,” terangnya, Selasa (28/4) lalu.
Kwarda Kaltara pun menjadikan kondisi ini sebagai perhatian serius dalam Rakerda 2026. Target peningkatan hingga 1.000 Pramuka Garuda dicanangkan sebagai upaya mengejar ketertinggalan.
“Capaian kita saat ini patut disyukuri, tetapi belum cukup. Masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal,” kata dia.
Berbagai faktor dinilai menjadi penyebab belum optimalnya pengembangan tersebut. Mulai dari keterbatasan pembinaan, akses di wilayah tertentu, hingga efisiensi anggaran yang memengaruhi pelaksanaan program.
Namun, minat generasi muda untuk bergabung dengan Pramuka justru menunjukkan tren positif.
“Melalui Rakerda ini, Kwarda Kaltara mulai menyusun langkah pembenahan. Seperti memperkuat pembinaan di sekolah, meningkatkan kapasitas pembina, serta memperluas kolaborasi dengan instansi pendidikan. Insentif berupa beasiswa dan jalur prestasi juga didorong untuk menarik minat pelajar,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto menegaskan, Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Ia juga mengingatkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas gerakan ke depan.
“Kesiapan Kaltara sebagai tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional 2026 menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan perubahan,” singkatnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi