Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Isu Beras Bulog Tak Layak Ternyata Hoaks? Intip Kondisi Asli Stok Beras di Gudang Bulungan Saat Ini

Nurismi • Rabu, 29 April 2026 | 09:55 WIB
SIDAK BULOG: Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati sidak ke gudang Perum Bulog di Kabupaten Bulungan, kemarin. (FAISAL/HRK)
SIDAK BULOG: Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati sidak ke gudang Perum Bulog di Kabupaten Bulungan, kemarin. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara Rahmawati melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang Perum Bulog di Kabupaten Bulungan. 

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas beras bagi masyarakat tetap terjaga. Rahmawati menegaskan, sidak dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna melihat kondisi riil di lapangan. 

Dari hasil peninjauan, ia memastikan stok beras di Kabupaten Bulungan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan. 

“Saya sengaja datang tanpa pemberitahuan, agar bisa melihat langsung kondisi sebenarnya. Dari hasil pengecekan, stok kita aman dan bahkan sudah ada pasokan tambahan yang terus masuk,” ujarnya, Selasa (28/4). 

Ia menjelaskan, ketersediaan beras tidak hanya aman dalam jangka pendek. Tetapi juga terjaga secara berkelanjutan.

Hal ini didukung oleh sistem distribusi yang berjalan sesuai dengan kebutuhan pasar, yang cenderung fluktuatif, terutama saat momen hari besar keagamaan. 

“Saat permintaan meningkat seperti menjelang Iduladha, distribusi akan ikut menyesuaikan. Sebaliknya, ketika kebutuhan menurun, stok tetap terjaga tanpa menimbulkan kelangkaan,” kata dia. 

Dari sisi distribusi, Rahmawati menilai mekanisme penyaluran beras Bulog telah berjalan dengan baik. Beras tidak dijual langsung ke masyarakat dari gudang, melainkan melalui pedagang yang telah ditunjuk.

Setiap pedagang dibatasi pembelian maksimal sekitar empat ton per minggu. Agar distribusi merata dan tidak dikuasai oleh pihak tertentu. 

“Masyarakat tetap bisa mendapatkan beras dengan mudah melalui pedagang. Sistem ini dibuat agar distribusi adil dan merata,” jelasnya. 

Selain itu, pemerintah juga rutin menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok. Dengan langkah ini, masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. 

Dipastikan kualitas beras Bulog tetap terjaga. Gudang penyimpanan telah dilengkapi sistem yang mampu menjaga ketahanan beras hingga lima bulan tanpa menurunkan mutu. Ia menegaskan isu terkait kualitas beras yang beredar di masyarakat tidak terbukti. 

“Silakan masyarakat melihat langsung. Kondisinya baik dan terjaga, tidak seperti isu yang beredar,” tegasnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Cabang Bulog Bulungan Oktavianur, memastikan distribusi berjalan lancar dan stok selalu tersedia. Ia juga menyebut harga beras tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni maksimal Rp 13.100 per kilogram. 

“Kami optimistis ketersediaan dan stabilitas harga beras tetap terjaga,” singkatnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#dpr ri #sidak #beras bulog