Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tembus Rp 4,1 Miliar! Omzet UMKM Halal di KaShaFa 2026 Kaltara Melonjak Drastis dari Tahun Lalu

Nurismi • Selasa, 28 April 2026 | 08:40 WIB
TRANSAKSI UMKM: Total transaksi UMKM halal pada gelaran KaShafa 2026 naik signifikan. (HRK)
TRANSAKSI UMKM: Total transaksi UMKM halal pada gelaran KaShafa 2026 naik signifikan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan lonjakan signifikan dalam penguatan ekonomi syariah. 

Hal ini tercermin dari capaian transaksi miliaran rupiah dan peningkatan literasi masyarakat dalam gelaran Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 yang dipusatkan di Kota Tarakan.

Puncak kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/4) itu menjadi bukti nyata, ekosistem halal di wilayah perbatasan kian berkembang dan mulai memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Hasiando Ginsar Manik mengungkapkan, total omzet UMKM halal yang tercatat selama rangkaian kegiatan.

Mulai dari Road to KaShaFa hingga puncak acara mencapai Rp 4,163 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan sebesar Rp 1,564 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan sinergi lintas instansi yang dibangun mampu mendorong pertumbuhan sektor riil, khususnya UMKM halal,” ujarnya, Senin (27/4).

Tak hanya itu, digitalisasi transaksi juga menunjukkan perkembangan pesat. Penggunaan QRIS selama festival mendominasi lebih dari 80 persen total transaksi. Menandakan semakin tingginya adopsi sistem pembayaran non-tunai di masyarakat.

Dalam upaya mempercepat target nasional sertifikasi halal yang diwajibkan pada Oktober 2026, Bank Indonesia juga memfasilitasi penambahan 182 UMKM yang telah memperoleh sertifikasi halal hingga April 2026. 

“Dari sisi pembiayaan, efektivitas program Pojok Pembiayaan Syariah turut menjadi sorotan. Program ini berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,73 miliar atau setara 191 persen dari target tahunan sebesar Rp3 miliar,” sebutnya.

Pembiayaan tersebut melibatkan berbagai lembaga keuangan. Di antaranya BPD Kaltimtara, unit syariahnya, Bank Muamalat, Pegadaian Syariah, serta Bank Syariah Indonesia.

“Selain capaian ekonomi, peningkatan literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah juga baik. Indeks literasi ekonomi syariah di Kaltara tercatat melampaui 75 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 43,42 persen,” tutur Hasiando.

Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai kegiatan edukatif yang digelar, termasuk Festival Literasi Ekonomi Syariah yang melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan.

Sebagai wilayah perbatasan, Kalimantan Utara juga didorong untuk memanfaatkan kedekatannya dengan Malaysia sebagai peluang pasar ekspor produk halal. Hal ini diperkuat dengan kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal antara kedua negara.

“KaShaFa 2026 juga menghadirkan dampak sosial melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia dalam program Gerakan Kaltara Berwakaf Produktif. Dana yang dihimpun diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekowisata, termasuk penyalurannya ke Islamic Center Tarakan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turut menghadirkan pasar sembako murah guna menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Puncak acara KaShaFa 2026 dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian yang telah dimulai sejak Maret 2026.

“Ke depan, kami mendorong agar KaShaFa dapat dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Sehingga manfaat ekonomi dan peningkatan literasi syariah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” harapnya. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. 

Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala menegaskan KaShaFa merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga organisasi keagamaan dalam membangun fondasi ekonomi syariah yang kuat di daerah. 

Pada tahun ini, KaShaFa menghadirkan partisipasi yang lebih luas dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kalimantan Utara. 

“Salah satu daya tarik utama bazaar produk halal yang menampilkan beragam produk unggulan lokal. Kehadiran bazaar ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas,” ungkapnya. 

Tidak hanya berfokus pada promosi produk, rangkaian kegiatan KaShaFa juga mencakup kompetisi bernuansa syariah, seminar, serta talkshow literasi keuangan syariah. 

Selain itu, pelatihan dan sertifikasi halal bagi UMKM turut digelar. Guna meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Menariknya, KaShaFa juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. 

Melalui sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), festival ini menghadirkan program pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kestabilan harga di tengah dinamika ekonomi. 

“Ini bukan sekadar festival, tetapi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya. 

Puncak Kashafa 2026 menjadi simbol komitmen bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah di Kalimantan Utara.

Pemerintah daerah juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Majelis Ulama Indonesia. 

“Ke depan, Kashafa diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Kalimantan Utara yang maju dan berkelanjutan,” tutupnya. (sas/fai/uno)

Editor : Nurismi
#umk #Bank Indonesia Kaltara #ekonomi syariah