HARIAN RAKYAT KALTARA — Pelaksanaan Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 dipastikan mengalami penyesuaian jadwal.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara memutuskan untuk mengundur agenda tersebut ke pertengahan Mei 2026.
Sekretaris DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani menjelaskan, pengunduran jadwal dilakukan untuk memaksimalkan persiapan. Terutama terkait kehadiran investor dari luar daerah dan luar negeri.
“Rencananya memang di bulan April, tapi kita undur ke pertengahan Mei. Salah satu kendalanya persiapan, termasuk ketersediaan tiket pesawat yang cukup sulit, terutama bagi tamu dari luar,” ujarnya, belum lama ini.
Pihaknya ingin memastikan seluruh undangan, khususnya calon investor potensial dapat hadir tanpa kendala logistik. Oleh karena itu, penyesuaian jadwal dinilai sebagai langkah strategis agar pelaksanaan forum dapat berjalan optimal.
“Kita menyesuaikan semuanya supaya pelaksanaan KIF bisa maksimal. Baik dari sisi peserta maupun kesiapan materi yang akan ditawarkan,” kata dia.
Dalam pelaksanaan tahun ini, KIF akan lebih difokuskan untuk mendukung program kerja sama sosial ekonomi dengan wilayah perbatasan, khususnya kawasan Sabah, Malaysia.
Sejumlah investor potensial dari Sabah direncanakan akan diundang untuk menjajaki peluang investasi di Kaltara.
“Fokus kita tahun ini salah satunya mendukung program Sosek Malindo, jadi kita akan banyak mengundang investor dari Sabah. Termasuk yang sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Kaltara,” jelasnya.
Selain menghadirkan investor, KIF juga akan menjadi ajang promosi berbagai peluang investasi daerah melalui penyajian Investment Project Ready to Offer (IPRO).
“Dalam forum tersebut, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) teknis akan diberikan kesempatan memaparkan potensi sektor unggulan yang siap ditawarkan kepada investor,” ungkapnya.
Adapun sektor yang menjadi prioritas dalam KIF tahun ini adalah pariwisata dan hilirisasi industri. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja.
“Kita punya banyak IPRO yang siap ditawarkan, tapi fokus utama kita ada di sektor pariwisata dan hilirisasi,” tegasnya.
Meski tanggal pasti pelaksanaan belum ditetapkan, Rahman memastikan persiapan terus dimatangkan.
“Kami berharap KIF 2026 dapat menjadi momentum penting dalam menarik investasi dan memperkuat perekonomian Kaltara secara berkelanjutan,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi