HARIAN RAKYAT KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melaksanakan uji kompetensi dan evaluasi kinerja terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi, sekaligus memastikan kinerja aparatur tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto mengungkapkan, kegiatan uji kompetensi atau job fit tersebut diikuti oleh 38 pejabat eselon II.
Selain itu, terdapat tiga pejabat lainnya yang mengikuti evaluasi kinerja secara khusus.
“Sudah dilakukan uji kompetensi untuk 38 orang dan evaluasi kinerja ada tiga orang. Hari ini memang ada sebagian yang belum sempat mengikuti. Tetapi mereka sudah melapor dan akan dilanjutkan pada Kamis,” ujarnya, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, tahapan uji kompetensi tidak hanya sebatas penilaian administrasi. Tetapi juga dilanjutkan dengan sesi wawancara yang dijadwalkan pada Jumat dan Sabtu.
Melalui tahapan ini, para pejabat diminta untuk menggali dan menunjukkan kapasitas diri, termasuk capaian kinerja serta rencana kontribusi ke depan.
“Saya sudah mengimbau semua peserta untuk mengikuti proses ini sesuai aturan. Ini bukan soal benar atau salah, tetapi bagaimana kita mengenal diri. Apa yang sudah dilakukan, dan apa yang akan kita siapkan untuk pembangunan Kaltara ke depan,” jelasnya.
Menurut Denny, uji kompetensi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memetakan potensi pejabat dalam mendukung kinerja pemerintahan.
Hasil dari seluruh tahapan nantinya akan dirumuskan oleh panitia seleksi (pansel) dalam bentuk rekomendasi.
Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Kaltara selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.
Untuk menjadi dasar pengambilan keputusan strategis, termasuk kemungkinan rotasi, mutasi, maupun pembinaan pejabat.
“Kita tunggu sampai semua proses selesai. Nanti pansel akan melaporkan hasilnya secara keseluruhan kepada gubernur, baru kemudian ditentukan langkah-langkah selanjutnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Denny mengaku optimistis hasil uji kompetensi akan menunjukkan kualitas yang baik dari para pejabat yang mengikuti.
Ia berharap, proses ini dapat melahirkan semangat baru dalam memperkuat kinerja birokrasi di lingkungan Pemprov Kaltara.
“Harapannya tentu semua hasilnya baik dan bisa membawa semangat baru untuk membangun Kalimantan Utara sesuai dengan visi dan misi daerah,” terangnya.
Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (fai/uno)
Editor : Nurismi