HARIAN RAKYAT KALTARA — Setelah menerapkan digitalisasi layanan di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berencana memperluas sistem serupa ke sejumlah titik strategis lainnya. Termasuk pelabuhan penyeberangan dan pasar induk.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni Pelabuhan Feri Ancam di Desa Ardi Mulyo. Kawasan tersebut dinilai memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi, baik untuk angkutan penumpang maupun distribusi hasil bumi.
“Di Pelabuhan Feri Ancam juga ada aktivitas yang cukup besar. Ke depan kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pengelola untuk mendorong digitalisasi di sana,” ujar Bupati Bulungan Syarwani, Selasa (21/4).
Menurutnya, keberadaan pelabuhan tersebut sangat strategis. Karena menjadi jalur penghubung bagi masyarakat, khususnya dari wilayah Tanjung Palas Utara menuju Kota Tarakan.
“Dengan digitalisasi, akses pelayanan diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien,” ungkapnya.
Tak hanya sektor pelabuhan, Pemkab Bulungan juga menyiapkan langkah serupa di Pasar Induk. Tahun ini, pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan pasar. Termasuk pembangunan pagar keliling dan penguatan sistem pengamanan.
Seiring dengan penataan tersebut, sistem transaksi di pasar juga akan diarahkan menuju digitalisasi. Sehingga seluruh aktivitas keuangan dapat tercatat secara transparan.
“Kita ingin akses keluar masuk dan transaksi di Pasar Induk nantinya juga berbasis digital. Seperti yang kita lakukan di Pelabuhan Kayan II,” jelasnya.
Ia menegaskan, perluasan digitalisasi ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi yang modern dan terintegrasi.
Dengan sistem yang tertata, diharapkan pelayanan publik semakin meningkat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui langkah bertahap ini, Pemkab Bulungan optimistis digitalisasi tidak hanya menjadi inovasi sesaat. Tetapi menjadi fondasi dalam pengelolaan layanan publik,” terangnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi