Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gubernur Zainal A. Paliwang: PDRB Jadi Kompas Utama dalam Merancang Pembangunan Kaltara

Nurismi • Rabu, 22 April 2026 | 09:20 WIB
PEMBANGUNAN: Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator utama dalam menggambarkan struktur dan kinerja perekonomian suatu wilayah. (HRK)
PEMBANGUNAN: Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator utama dalam menggambarkan struktur dan kinerja perekonomian suatu wilayah. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menegaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) memiliki peran krusial sebagai fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah. 

Hal tersebut disampaikannya sebagai bagian dari upaya memperkuat arah kebijakan pembangunan yang berbasis data dan terukur. Menurutnya, PDRB tidak sekadar menjadi indikator pertumbuhan ekonomi.

Tetapi juga mencerminkan struktur dan kinerja perekonomian suatu wilayah secara menyeluruh melalui 17 sektor pembentuknya. 

Dengan memahami komposisi sektor tersebut, pemerintah dapat merancang strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran. 

“Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator utama dalam menggambarkan struktur dan kinerja perekonomian suatu wilayah melalui 17 sektor pembentuknya,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, data PDRB memiliki fungsi strategis dalam berbagai aspek pembangunan. Mulai dari perencanaan program, evaluasi kebijakan, hingga pengambilan keputusan di tingkat daerah maupun nasional. Oleh karena itu, kualitas data menjadi faktor penting yang harus terus ditingkatkan. 

Ia mengingatkan, setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda, tergantung pada sektor-sektor yang mendominasi PDRB.

Variasi pertumbuhan antar sektor tersebut akan membentuk struktur ekonomi yang berbeda pula di masing-masing provinsi. 

“Pertumbuhan pada 17 sektor pembentuk PDRB sangat bervariasi antar daerah, dan ini tentu memengaruhi struktur ekonomi masing-masing wilayah,” jelasnya. 

Di sisi lain, ia mengakui Kalimantan Utara masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan. Di antaranya ketimpangan pembangunan antarwilayah, keterbatasan infrastruktur, serta konektivitas yang belum optimal. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ke depan. Selain itu, penguatan kualitas data ekonomi juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. 

Data yang akurat dan mutakhir dinilai sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. 

“Tanpa data yang kuat, kebijakan yang kita ambil bisa kurang tepat sasaran. Karena itu, penguatan data ekonomi menjadi sangat penting,” tegasnya. 

Pemerintah Provinsi Kaltara, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Dengan mengedepankan pendekatan berbasis data.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pembangunan di Kaltara dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berkelanjutan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#PDRB Kaltara #berbasis data #pemprov kaltara