Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Digitalisasi Tak Selalu QRIS, BI Kaltara Siapkan Berbagai Metode Bayar Non-Tunai di Pelabuhan dan Pasar

Nurismi • Senin, 20 April 2026 | 08:35 WIB
SISTEM TRANSAKSI: Digitalisasi tidak melulu harus dalam bentuk QRIS, bisa menggunakan uang elektronik seperti e-money dan transfer. (FAISAL/HRK)
SISTEM TRANSAKSI: Digitalisasi tidak melulu harus dalam bentuk QRIS, bisa menggunakan uang elektronik seperti e-money dan transfer. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara terus memperkuat komitmennya dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di berbagai fasilitas publik. 

Upaya ini menyasar sejumlah titik strategis seperti pelabuhan, pasar, hingga area perparkiran. Guna menciptakan sistem transaksi yang lebih efisien, aman, dan modern. 

Kepala KPwBI Provinsi Kaltara Hasiando G. Manik, menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran tidak harus selalu identik dengan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). 

Menurutnya, terdapat berbagai alternatif metode pembayaran non-tunai yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan karakteristik layanan. 

“Digitalisasi itu tidak melulu harus dalam bentuk QRIS. Bisa juga menggunakan uang elektronik seperti e-money, transfer, atau metode elektronik lainnya. Yang terpenting adalah menyediakan alternatif pembayaran, baik tunai maupun non-tunai,” jelasnya, belum lama ini. 

Ia mengungkapkan, penerapan sistem pembayaran digital untuk layanan ticketing dan retribusi di fasilitas publik saat ini sudah mulai berjalan secara bertahap.

Transformasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem transaksi yang lebih transparan dan akuntabel. Sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan. 

Khusus untuk perparkiran, Bank Indonesia Kaltara masih melakukan pengembangan system. Agar ke depan dapat mengadopsi metode pembayaran berbasis digital, baik melalui QRIS maupun uang elektronik.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kemudahan, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan parkir. 

“Tujuan utama kita memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Dengan berbagai pilihan metode pembayaran digital, transaksi menjadi lebih praktis dan efisien,” ujarnya. 

Meski menawarkan banyak keunggulan, ia mengingatkan setiap metode pembayaran tetap memiliki risiko. Baik transaksi tunai maupun non-tunai, masing-masing memiliki potensi kerawanan yang perlu diantisipasi. 

“Semua ada risikonya. Memegang uang tunai juga ada risiko, begitu pula transaksi non-tunai. Memang secara digital lebih aman dalam beberapa aspek, tapi tetap harus waspada,” tegasnya. 

Sebagai langkah mitigasi, Bank Indonesia Kaltara akan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Fokusnya meningkatkan literasi terkait keamanan transaksi digital. Termasuk mengenali berbagai modus kejahatan dan penipuan yang kerap terjadi. 

“Dengan pendekatan tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya merasakan kemudahan digitalisasi. Tetapi juga memiliki pemahaman yang baik dalam menjaga keamanan transaksi. Sehingga transformasi sistem pembayaran di Kaltara dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor #pembayaran digital #qris