HARIAN RAKYAT KALTARA— Upaya menjaga keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan terus diperketat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menggelar razia mendadak pada kamar hunian warga binaan, Kamis (16/4) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini, untuk menutup celah gangguan keamanan, termasuk peredaran barang terlarang di dalam lapas. Razia yang dimulai sekitar pukul 21.00 Wita tersebut menyasar Kamar 1 Blok Pesantren.
Petugas gabungan yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) bersama jajaran Seksi Keamanan dan Ketertiban bergerak sistematis. Mulai dari pemeriksaan penghuni hingga penyisiran seluruh sudut kamar.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri menegaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program nasional di bidang pemasyarakatan.
Khususnya dalam memberantas potensi peredaran narkoba dan praktik penipuan yang kerap memanfaatkan celah di dalam lapas.
Sebelum penggeledahan dimulai, warga binaan terlebih dahulu diarahkan keluar kamar secara tertib untuk menjalani pemeriksaan badan.
Setelah itu, petugas melakukan penyisiran menyeluruh di dalam kamar, mencakup tempat tidur, loker pakaian, hingga peralatan makan.
“Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Jupri, Jumat (17/4).
Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian.
Barang-barang itu antara lain satu sendok makan, kaca, kabel listrik, dua korek api, alat pemotong kuku, serta pinset.
“Seluruh barang temuan langsung diinventarisasi dan didata untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Jupri.
Meski tidak ditemukan barang berbahaya seperti narkotika atau alat komunikasi ilegal, pihak lapas menilai razia rutin tetap penting sebagai langkah pencegahan.
Terlebih, pengawasan diperketat dalam momentum bulan Ramadan, di mana aktivitas warga binaan mengalami penyesuaian.
Jupri menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga kondisi lapas tetap aman dan kondusif melalui kegiatan pengawasan berkelanjutan. Razia serupa akan terus dilakukan secara berkala dengan waktu yang tidak ditentukan.
“Keamanan lapas adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan dengan baik tanpa gangguan,” ujarnya.
Melalui razia ini, Lapas Kelas II A Tarakan berharap mampu meminimalisir potensi pelanggaran. Sekaligus menciptakan lingkungan yang tertib dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal. (sas/uno)
Editor : Nurismi