HARIAN RAKYAT KALTARA— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara menargetkan grand launching digitalisasi pelabuhan pada Juni 2026 mendatang.
Ini akan menghadirkan pimpinan Bank Indonesia pusat, perbankan, serta seluruh kepala daerah di Kalimantan Utara.
Kepala KPwBI Provinsi Kaltara Hasiando G. Manik, menjelaskan, soft launching yang saat ini dilakukan di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, merupakan tahap persiapan untuk mengukur komitmen semua pihak yang terkait termasuk pemerintah daerah.
“Soft launching ini bagian dari mengukur komitmen dari semua pihak yang terkait, termasuk pemerintah daerah. Ketika nanti sudah berjalan dengan baik, kita akan grand launching,” ujar Hasiando.
Dalam acara grand launching nanti, KPwBI Provinsi Kaltara berencana mengundang salah satu pimpinan dari Bank Indonesia pusat untuk turut hadir dan meresmikan program digitalisasi pelabuhan secara resmi. Selain itu, acara juga akan dihadiri oleh jajaran perbankan yang mendukung program ini.
“Kami juga akan mengundang seluruh kepala daerah, termasuk Bapak Gubernur dan Bupati Wali Kota untuk grand launching digitalisasi pelabuhan di Kalimantan Utara di bulan Juni,” terangnya.
Program digitalisasi pelabuhan ini mencakup sistem pembayaran untuk berbagai layanan di pelabuhan. Mulai dari ticketing, retribusi, hingga layanan pendukung lainnya. Dengan digitalisasi, diharapkan proses transaksi menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Pelabuhan merupakan salah satu fasilitas publik strategis yang memerlukan sistem pembayaran modern, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Fasilitas publik seperti pelabuhan dan pasar harus kita dorong untuk menerapkan sistem pembayaran digital,” jelasnya.
Sebelum grand launching, KPwBI Provinsi Kaltara akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan system. Agar implementasi digitalisasi dapat berjalan optimal.
Pihaknya juga akan berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
“Program digitalisasi pelabuhan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi digital di Kalimantan Utara dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi