Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Strategi Jemput Bola Samsat Tarakan: Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Bisa Langsung di Lokasi Razia!

Nurismi • Jumat, 17 April 2026 | 08:50 WIB
PEMERIKSAAN PAJAK: Salah satu upaya mendongkrak pendapatan dengan membayar pajak kendaraan saat P2KB. (HRK)
PEMERIKSAAN PAJAK: Salah satu upaya mendongkrak pendapatan dengan membayar pajak kendaraan saat P2KB. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Samsat Tarakan mengintensifkan strategi jemput bola untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). 

Langkah ini dinilai efektif dalam mendorong kesadaran wajib pajak sekaligus mendongkrak penerimaan daerah.

Kepala UPT Samsat Tarakan H Syaiful Adrie mengatakan, pendekatan tidak lagi hanya berpusat di kantor pelayanan.

Melainkan diperluas melalui kegiatan lapangan seperti pemeriksaan pajak kendaraan bermotor (P2KB) yang dilakukan secara rutin.

“Memasuki Triwulan II ini, kami lebih mengoptimalkan kegiatan di lapangan. Selain pelayanan di kantor, kami juga lakukan door to door dan P2KB untuk menjangkau masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, strategi tersebut menunjukkan hasil positif. Setiap pelaksanaan P2KB, terjadi peningkatan jumlah pembayaran pajak dibandingkan hari-hari biasa.

“Kalau dibandingkan hari tanpa kegiatan, saat P2KB ada peningkatan. Bahkan setelah kegiatan selesai, keesokan harinya masih ada peningkatan. Artinya kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” jelasnya.

Data Samsat mencatat, pada kegiatan sebelumnya, sebanyak 1.494 kendaraan terjaring dalam operasi lapangan. Dari jumlah tersebut, 65 kendaraan diketahui telah jatuh tempo pajaknya.

Menariknya, sebagian wajib pajak langsung melakukan pembayaran di lokasi. Hal ini didukung oleh kehadiran layanan Samsat Keliling yang mempermudah proses pembayaran tanpa harus datang ke kantor.

“Pembayaran di tempat juga meningkat. Ini menunjukkan masyarakat merespons positif kemudahan yang kita berikan di lapangan,” katanya.

Meski demikian, ia menilai banyaknya kendaraan yang terjaring tidak serta-merta mencerminkan rendahnya kepatuhan masyarakat. Ada faktor lain seperti waktu dan aktivitas warga yang turut memengaruhi.

“Bisa jadi karena faktor waktu, seperti bulan puasa kemarin atau jam kerja. Tapi yang jelas, jumlah yang membayar juga cukup banyak,” ujarnya.

Selain pendekatan langsung, Samsat juga menghadirkan program insentif untuk menarik minat masyarakat. Salah satunya melalui program “Gebyar Pajak” yang memberikan kesempatan mendapatkan hadiah bagi wajib pajak yang membayar lebih awal.

“Melalui program ini, masyarakat yang belum jatuh tempo pun bisa membayar lebih cepat. Nanti ada undian dengan hadiah seperti emas dan sepeda listrik,” jelasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Samsat Tarakan menargetkan penerimaan PKB tahun 2026 sebesar Rp42 miliar, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian pada Triwulan I pun menunjukkan tren positif. Dari target 15 persen atau sekitar Rp6,3 miliar, realisasi telah mencapai hampir 16 persen hingga Maret.

“Di awal tahun saja kita sudah sedikit melampaui target triwulan. Ini menjadi modal untuk menjaga tren positif ke depan,” katanya.

Ia menegaskan, kombinasi antara pendekatan lapangan, kemudahan layanan, dan pemberian insentif akan terus diperkuat guna menjaga konsistensi penerimaan daerah.

“Yang penting kita terus hadir di tengah masyarakat, memberikan kemudahan, dan mendorong kesadaran. Dengan begitu target yang ditetapkan bisa tercapai,” tandasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#layanan keliling #bayar pajak #Samsat Tarakan