Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gubernur Kaltara Desak Sinergi Pusat-Daerah: Jangan Biarkan Potensi SDA Besar Menguap Tanpa Kesejahteraan

Nurismi • Jumat, 17 April 2026 | 08:30 WIB
ILUSTRASI: Meski kaya akan sumber daya alam, tapi saat ini sejumlah wilayah termasuk Kaltara masih menghadapi berbagai kendala. (HRK)
ILUSTRASI: Meski kaya akan sumber daya alam, tapi saat ini sejumlah wilayah termasuk Kaltara masih menghadapi berbagai kendala. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kasulampua) dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan masyarakat. 

Khususnya di Kaltara, keterbatasan layanan dasar masih menjadi tantangan utama dalam mendorong percepatan pembangunan di kawasan tersebut.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengungkapkan, meskipun kaya akan sumber daya alam. Namun saat ini sejumlah wilayah termasuk Kaltara masih menghadapi berbagai kendala. Dalam implementasi pembangunan daerah, terutama pada sektor pelayanan dasar masyarakat. 

“Kawasan ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun dalam pelaksanaan pembangunan masih menghadapi berbagai keterbatasan. Khususnya dalam pemenuhan layanan dasar,” ujarnya, Kamis (16/4). 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, keterbatasan infrastruktur dan layanan publik menghambat pemerataan pembangunan.

Di sisi lain, besarnya potensi yang dimiliki membuka ruang luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Secara strategis kawasan Kasulampua dan lebih khusus Kaktara memiliki posisi penting dalam peta pembangunan nasional. 

“Letak geografisnya yang luas dan kaya sumber daya menjadikannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia di masa depan,” jelasnya. 

Gubernur menekankan, pentingnya penyusunan kebijakan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Tanpa sinergi yang kuat, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. 

“Diperlukan perumusan kebijakan secara bersama-sama agar potensi ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya. 

Sebagai bagian dari Kasulampua, Kaltara memiliki peran strategis sebagai wilayah perbatasan negara. Kaltara ini berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Sehingga menjadi beranda depan Indonesia di utara Pulau Kalimantan. Posisi ini tidak hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga memiliki nilai geopolitik dan geoekonomi yang tinggi. 

“Kaltara dinilai berperan dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendorong aktivitas perdagangan lintas negara. Dengan posisi tersebut, Kaltara memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional sekaligus menjaga pertahanan dan keamanan negara,” tegasnya. 

Ke depan, optimalisasi potensi daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya. Tetapi juga pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan dasar. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#perdagangan lintas negara #potensi #pemprov kaltara