Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tanjung Selor Jadi Tuan Rumah, Produk UMKM Kaltara Unjuk Gigi di Hadapan Delegasi 19 Provinsi Kasulampua

Nurismi • Kamis, 16 April 2026 | 11:25 WIB
KONREG PDRB: Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi harus mampu dirasakan langsung masyarakat luas. (FAISAL/HRK)
KONREG PDRB: Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi harus mampu dirasakan langsung masyarakat luas. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) RI menekankan pentingnya arah pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kasulampua). 

Pertumbuhan tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi juga harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS RI Moh Edy Mahmud menjelaskan, struktur ekonomi di setiap wilayah, termasuk Kalimantan dan Sulawesi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. 

Perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh potensi sumber daya alam serta kondisi sosial masyarakat setempat. 

“Struktur ekonomi tiap daerah tidak sama, tergantung pada sumber daya alam dan masyarakatnya. Kalimantan, misalnya, dikenal memiliki kekuatan besar di sektor sumber daya alam,” terangnya, Rabu (15/4). 

Ia menambahkan, selain sektor pertambangan, potensi besar juga terdapat pada sektor perikanan dan pertanian, khususnya di wilayah Kasulampua. Potensi ini dinilai belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. 

Menurutnya, penguatan sektor pangan menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Tema ketahanan pangan yang diangkat dalam forum regional dinilai relevan. Mengingat sektor ini memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi. 

“Pertumbuhan ekonomi yang inklusif itu berarti hasilnya dirasakan banyak orang, mampu menyerap tenaga kerja, dan menurunkan kemiskinan,” jelasnya. 

Meski demikian, BPS tidak secara spesifik memproyeksikan sektor unggulan di masa depan. Namun, berdasarkan data yang ada saat ini, peluang pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam di wilayah Kasulampua masih sangat terbuka lebar. 

“Contohnya, sektor perikanan, pertanian, serta komoditas tanaman pangan dan perkebunan memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan baru. Terlebih, wilayah timur Indonesia masih memiliki ruang ekspansi yang luas dibandingkan kawasan lain,” urainya. 

Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki.

Langkah ini dinilai penting agar daerah tidak hanya bergantung pada sektor tertentu. Tetapi mampu menciptakan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan. 

“Potensi yang ada harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi sumber ekonomi baru, menyerap tenaga kerja. Dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya. 

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Kasulampua tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga berkualitas dan merata.

Sehingga mampu memperkecil kesenjangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia. 

Provinsi Kaltara memulai rangkaian Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Wilayah Kasulampua (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua) Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan antar daerah.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan, Konreg PDRB bukan sekadar agenda rutin. Melainkan sarana strategis untuk menyelaraskan pembangunan antar wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan dan program. Tetapi juga kokohnya hubungan kerjsama antardaerah dan kemauan untuk melangkah beriringan dalam semangat kolektif,” kata Zainal.

Ia juga memperkenalkan filosofi Bumi Benuanta sebagai identitas Kaltara yang mengandung arti “Bumi yang dicintai dan tumbuh dengan semangat kebersamaan serta kerja keras”.

“Visi ini diharapkan menjadi jiwa dalam kolaborasi kawasan Kasulampua untuk memperkuat pilar ekonomi nasional dari daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti delegasi dari 19 provinsi. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi atas suasana Tanjung Selor yang nyaman serta keramahan masyarakatnya.

Untuk mendukung ekonomi lokal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menghadirkan berbagai produk dan kuliner khas daerah. (fai/dkisp/uno) 

Editor : Nurismi
#ekonomi lokal #umkm #pemprov kaltara