HARIAN RAKYAT KALTARA — Kebakaran melanda Panti Asuhan Arrohimin yang berlokasi di Blok C RT 21, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, pada Senin (14/3) siang.
Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal pengurus dan anak-anak panti.
Kasi Pemadam Kebakaran (PMK) pada Satpol PP dan PMK Tarakan Irwan mengakui menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.45 Wita. Tim dari sektor utara langsung bergerak menuju lokasi dan menjadi yang pertama tiba di tempat kejadian.
“Begitu sampai di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan upaya pemblokiran api agar tidak merambat ke bangunan lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah cepat dilakukan dengan mengisolasi sisi kiri dan kanan bangunan. Mengingat di sekitar lokasi terdapat rumah warga serta bangunan lain di bagian belakang.
Dalam proses pemadaman, sebanyak tiga armada dikerahkan. Terdiri dari dua unit truk suplai berkapasitas 5 ton dan satu unit mobil pemadam. Sekitar 25 personel diturunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada kendala di lapangan. Proses pemadaman berjalan lancar karena lokasi tidak terlalu padat penduduk,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Tarakan Utara, Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan rumah kontrakan yang digunakan oleh yayasan panti asuhan. Bagian yang terdampak meliputi dapur, kamar tidur serta ruang tengah.
“Yang tersisa hanya bagian ruang belajar. Untuk bagian rumahnya yang digunakan sebagai tempat tinggal sebagian besar terbakar,” jelasnya.
Saat kejadian, terdapat sekitar 20 orang yang menghuni panti asuhan tersebut. Terdiri dari 14 anak panti, pengurus, serta seorang ustadzah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kapolsek menyebutkan, saat kebakaran terjadi, aktivitas belajar mengajar sedang tidak berlangsung. Namun, berdasarkan keterangan awal, terdapat aktivitas penjualan bensin eceran di lokasi.
“Informasinya, saat itu ada santri yang sedang menuang bensin ke botol. Sempat terjadi tumpahan bensin, dan dari situ diduga menjadi pemicu kebakaran. Namun, untuk sumber api masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.
Dari hasil keterangan saksi sementara, api diduga muncul di area kamar dekat mesin cuci, tepat di lokasi tumpahan bensin tersebut. Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi, termasuk pengurus dan santri panti.
Dalam insiden tersebut, satu orang santri mengalami luka ringan di bagian tangan akibat pecahan kaca. Luka tersebut terjadi saat korban berusaha menyelamatkan dokumen penting dengan cara memecahkan jendela.
“Korban sudah sempat dibawa ke puskesmas dan kini sudah kembali ke panti,” imbuh Kapolsek.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi dan masih dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Identifikasi Polres Tarakan. Pihak kepolisian juga masih terus mendalami penyebab pasti kebakaran.
Untuk penanganan pascakejadian, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kelurahan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta BPBD guna membantu kebutuhan para penghuni panti.
Sementara itu, anak-anak panti asuhan untuk sementara waktu akan dipindahkan ke lokasi penampungan darurat. Beberapa alternatif tempat tinggal sementara juga tengah disiapkan. Termasuk rumah warga dan fasilitas pesantren lain di sekitar lokasi.
“Kami masih berkoordinasi untuk tempat tinggal sementara bagi anak-anak panti, sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” tutupnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi