HARIAN RAKYAT KALTARA - Enggang Kaltara Project (EKP) memiliki komitmen terhadap hak kepemilikan lahan masyarakat.
Proyek restorasi gambut dan mangrove berskala besar ini melibatkan 83 desa yang tersebar di empat kabupaten, yakni Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, dan Malinau.
Dengan prinsip bahwa lahan tetap menjadi milik warga atau perusahaan yang bersangkutan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara Bertius menegaskan, skema yang digunakan adalah kemitraan, bukan pengalihan hak atas tanah.
Pemilik lahan, baik masyarakat maupun perusahaan diposisikan sebagai mitra proyek yang tetap memegang kendali penuh atas lahannya.
“Enggang Kaltara Project tidak mengambil alih hak atas lahan masyarakat maupun perusahaan. Kerja sama dilakukan melalui mekanisme kemitraan, di mana pemilik lahan tetap sebagai pemilik sah. Mereka adalah mitra, bukan objek proyek,” bebernya, Senin (13/4).
Proyek ini dikelola melalui kemitraan dengan PT Enggang Kaltara Lestari yang berkolaborasi dengan Global Eco Rescue Lestari (GERL) sebagai mitra teknis.
Di tingkat komunitas, keterlibatan masyarakat difasilitasi oleh sejumlah organisasi lokal, antara lain Perkumpulan Peduli Lingkungan (PERDU), Pelestari Lingkungan Hijau (PLH), Alam Daya Asri Madani (ADAM), Green of Borneo (GOB), dan Yayasan Masyarakat Peduli Lingkungan (YAMA PILI KADA).
“Skema kolaborasi ini dirancang untuk membuka peluang bagi daerah dalam memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari nilai ekonomi karbon. Sekaligus memberikan bagi hasil secara langsung kepada masyarakat desa yang terlibat,” jelasnya.
Bagi masyarakat lokal, manfaat yang dijanjikan cukup konkret. Mulai dari lapangan kerja, bantuan kegiatan ekonomi berbasis pertanian dan tambak, pembangunan infrastruktur desa berbasis program. Hingga pelatihan dan pendampingan serta perlindungan lingkungan hidup.
“Masyarakat juga dilibatkan langsung dalam kegiatan restorasi dan konservasi ekosistem mangrove dan gambut di wilayah mereka,” ujarnya.
Ia berharap, model kemitraan yang dikembangkan dalam Enggang Kaltara Project ini bisa menjadi contoh nyata.
Bagaimana program lingkungan berskala besar dapat berjalan beriringan. Dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan. (fai/uno)
Editor : Nurismi