Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jalan Tanah Kuning Rusak Melulu, Gubernur Zainal Panggil Bos Perusahaan untuk Keroyokan Perbaiki Lewat CSR

Nurismi • Senin, 13 April 2026 | 09:00 WIB
PERLU PENANGANAN: Kondisi jalan menuju Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang rusak kembali menjadi sorotan. (FAISAL/HRK)
PERLU PENANGANAN: Kondisi jalan menuju Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang rusak kembali menjadi sorotan. (FAISAL/HRK)

 

HARIAN RAKYAT KALTARA— Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang menegaskan komitmennya mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltara pada 2027. 

Hal tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam arah pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, strategi pemerataan pembangunan tidak bisa hanya dirancang di atas kertas.

Melainkan harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara nyata. 

“Strategi yang kita pakai adalah melihat langsung kondisi di lapangan dan menerima aspirasi masyarakat. Kita identifikasi mana yang belum terbangun, mana yang sudah, dan mana yang masih tertinggal untuk segera kita dorong,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sudah berkembang. Tetapi juga harus menyasar daerah-daerah yang selama ini tertinggal.

Pemerintah daerah, akan terus melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang telah berjalan. Sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah yang belum tersentuh. 

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen. Termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, dalam mendukung pemerataan pembangunan. 

“Kita libatkan semua unsur yang ada, termasuk potensi-potensi daerah di Kaltara. Untuk bersama-sama membangun dan memikirkan langkah strategis, agar pemerataan pembangunan benar-benar terwujud,” jelasnya. 

Ia mengakui luas wilayah Kaltara menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan. Namun demikian, ia menegaskan kondisi geografis bukanlah alasan untuk mengabaikan wilayah tertentu. 

“Memang akses ke beberapa wilayah masih sulit, tetapi itu bukan alasan bagi pemerintah untuk tidak memperhatikan. Semua wilayah harus kita capai,” tegasnya. 

Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, pemerataan pembangunan di Kaltara dapat terealisasi secara bertahap hingga tahun 2030. 

Sebagai target jangka menengah, Gubernur berharap peningkatan konektivitas antarwilayah sudah mulai dirasakan masyarakat pada 2027. Sejalan dengan hasil pembahasan dalam Musrenbang. 

“Target kita 2027, konektivitas wilayah sudah mulai terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya. 

Kondisi jalan menuju Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang rusak kembali menjadi sorotan.

Gubernur pun berinisiatif mengajak perusahaan ikut ambil bagian dalam perbaikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). 

Gubernur berencana mengumpulkan seluruh pimpinan perusahaan dalm waktu dekat sebagai langkah awal membangun komitmen bersama. 

“Saya akan mengundang semua perusahaan untuk membahas dukungan CSR,” kata Zainal.

Menurutnya, perbaikan jalan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu dukungan dunia usaha agar hasilnya lebih maksimal dan berkelanjutan.

Selama ini, perbaikan yang dilakukan masih bersifat tambal sulam dan tidak bertahan lama, bahkan kondisi jalan kembali rusak. 

Karena itu, untuk memastikan kontribusi perusahaan lebih terarah. Bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara Bertius akan mengidentifikasi perusahaan yang bisa terlibat langsung dalam perbaikan jalan.

Zainal juga menyoroti bahwa selama ini banyak program CSR yang dijalankan perusahaan. Namun tidak semuanya terinformasi dengan jelas kepada pemerintah.

Dengan langkah ini, ia berharap perbaikan jalan menuju Tanah Kuning bisa dilakukan secara menyeluruh dan tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat maupun pengembangan kawasan industri. (fai/dkisp/uno)

Editor : Nurismi
#jalan rusak #CSR #pemprov kaltara