HARIAN RAKYAT KALTARA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) meluncurkan sebuah proyek ambisius di bidang lingkungan hidup bertajuk Enggang Kaltara Project (EKP).
Program pembangunan rendah karbon berbasis masyarakat ini menyasar restorasi dan konservasi ekosistem gambut seluas 185.000 hektare.
Dan ekosistem mangrove seluas 181.000 hektare atau total mencapai 366.000 hektare di seluruh wilayah Kaltara.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara Bertius menjelaskan, proyek ini lahir dari kesadaran bahwa Kaltara menyimpan salah satu ekosistem gambut dan mangrove terpenting di Pulau Kalimantan.
“Kaltara memiliki aset alam luar biasa. Enggang Kaltara Project adalah langkah nyata kita untuk melindungi dan memulihkan ekosistem yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat,” ujarnya, Minggu (12/4).
Proyek yang akan berjalan selama 40 tahun ini sudah memulai fase percontohan atau pilot sejak tahun 2024. Area proyek difokuskan pada lahan gambut terdegradasi dan ekosistem mangrove, yang masuk dalam kategori Areal Penggunaan Lain (APL) di wilayah Kaltara.
Dari sisi output, proyek ini ditargetkan mampu mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 7 juta ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan meningkatkan konektivitas lanskap keanekaragaman hayati. Serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di area proyek secara langsung.
“Enggang Kaltara Project telah terdaftar dan akan diverifikasi dalam sistem SRN-PPI di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan nomor 005-VIII-2023-4256. Secara paralel, proyek ini juga tengah mengupayakan keselarasan dengan standar VCS (Verified Carbon Standard) dan CCB (Community, Climate & Biodiversity) Standard yang diakui secara internasional,” ungkapnya.
Ia menekankan, proyek ini bukan sekadar program lingkungan biasa. Ini bagian dari strategi besar Kaltara untuk mendukung program Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim tingkat provinsi.
Sekaligus berkontribusi pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi komitmen Indonesia di forum internasional.
“Ini bukan proyek jangka pendek. Ini warisan kita untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi