Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Modus Transaksi di Balik Seng dan Kolong Rumah, BNNK Tarakan Terus Pantau Kawasan Timbunan

Nurismi • Minggu, 12 April 2026 | 08:20 WIB
PATROLI: Petugas BNNK Tarakan melakukan patroli di daerah rawan narkotika di Selumit Pantai, Kamis (9/4). (BNNK TARAKAN UNTUK HRK)
PATROLI: Petugas BNNK Tarakan melakukan patroli di daerah rawan narkotika di Selumit Pantai, Kamis (9/4). (BNNK TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kawasan yang kerap disebut sebagai “kampung narkoba” di wilayah Timbunan, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum. 

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan meningkatkan pengawasan menyusul laporan masyarakat, terkait dugaan munculnya kembali aktivitas transaksi narkotika di kawasan tersebut.

Pada patroli yang dilakukan Kamis (9/4), petugas BNNK Tarakan belum menemukan barang bukti maupun pelaku penyalahgunaan narkotika. 

Indikasi aktivitas ilegal tersebut dinilai mulai kembali terjadi, meskipun tidak seramai sebelumnya.

Kepala BNNK Tarakan Evon Meternik mengungkapkan, pengawasan kembali diperketat setelah adanya laporan warga yang mencurigai aktivitas keluar-masuk orang asing ke wilayah tersebut.

“Masuk lagi laporan dari masyarakat bahwa sudah mulai terjadi transaksi narkotika di wilayah tersebut. Jadi kami kembali menggalakkan pengawasan, terutama di sekitar Gang Ganda RT 13 dan kawasan lapangan Timbunan,” ujarnya, Jumat (10/4).

Ia menjelaskan, saat tim melakukan patroli, situasi di lokasi terpantau sepi. Namun, berdasarkan pemantauan dan hasil interogasi terhadap sejumlah orang yang keluar dari kawasan tersebut. Terungkap adanya upaya pencarian narkotika.

“Ketika kita masuk, lokasi sudah sepi. Tapi beberapa kali kami mendapati orang keluar dari Timbunan, dan setelah diinterogasi mereka mengaku datang untuk mencari narkoba. Bahkan ada yang sudah beberapa kali ke sana,” jelasnya.

Menurut Evon, pola transaksi yang digunakan masih sama seperti sebelumnya, yakni dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Modus yang digunakan antara lain transaksi di darat, di balik seng, hingga di kolong rumah warga.

“Modusnya masih sama, dilakukan secara tersembunyi. Ada yang transaksi di balik seng atau di kolong rumah,” katanya.

Ia menegaskan, laporan masyarakat menjadi dasar utama dalam pengawasan ini. Warga sekitar disebut mulai resah dengan keberadaan orang-orang tidak dikenal yang kerap masuk ke kawasan tersebut.

“Ini semua berdasarkan laporan masyarakat. Mereka melihat banyak orang asing keluar-masuk ke kampung itu,” tambahnya.

Meski belum menemukan barang bukti dalam patroli kali ini, BNNK Tarakan menegaskan bahwa langkah pengawasan akan terus ditingkatkan. Guna mencegah berkembangnya kembali peredaran narkotika di kawasan tersebut.

“Kami masih fokus pada pengawasan dan patroli untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di sana,” tegas Evon.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BNN Provinsi Kalimantan Utara. Serta kepolisian untuk melakukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pelaksanaan razia besar.

“Kami masih melihat situasi dan terus berkomunikasi dengan BNNP Kaltara dan kepolisian untuk membackup jika dilakukan razia besar,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#POLA #pengedaran narkoba #BNNK Tarakan