Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Misi Borneo Jadi Raksasa Karbon Dunia: Kaltara dan Sabah Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis Blue Carbon

Nurismi • Jumat, 10 April 2026 | 07:30 WIB
KE KALTARA: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang (kiri) menyambut kedatangan Ketua Delegasi Sabah, YBhg Datuk Haji Datu Rosmadi bin Datu Sulai JP. (DKISP KALTARA)
KE KALTARA: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang (kiri) menyambut kedatangan Ketua Delegasi Sabah, YBhg Datuk Haji Datu Rosmadi bin Datu Sulai JP. (DKISP KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Negeri Sabah, Malaysia, menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Dalam pengembangan ekonomi biru, khususnya melalui skema perdagangan karbon (carbon trade). 

Hal ini terungkap dalam pertemuan bilateral antara kedua pihak yang dipimpin Ketua Delegasi Sabah, YBhg Datuk Haji Datu Rosmadi bin Datu Sulai, JP.

Dalam pertemuan tersebut, kedua daerah sepakat untuk mulai membangun mekanisme kerja sama sekaligus mengeksplorasi potensi besar yang dimiliki masing-masing wilayah. 

“Kami telah mengadakan pembicaraan bilateral dengan Pemprov Kaltara terkait carbon trade. Ini merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan ekonomi biru antara Kaltara dan Negeri Sabah,” ujar Datuk Haji Datu, Selasa (7/4) malam.  

Ia menegaskan, kerja sama ini difokuskan pada dua hal utama. Yakni pembangunan mekanisme perdagangan karbon serta eksplorasi potensi sumber daya alam yang mendukung, khususnya kawasan mangrove. 

Menurutnya, Sabah dan Kaltara memiliki kesamaan keunggulan berupa kawasan mangrove yang luas. Berperan penting dalam penyimpanan karbon biru (blue carbon). 

“Kedua kawasan ini memiliki mangrove yang sangat luas. Di Malaysia ada Sabah. Sementara di Indonesia, Kaltara menjadi salah satu provinsi dengan kawasan mangrove terbesar. Ini adalah potensi besar yang bisa kita kembangkan bersama,” jelasnya. 

Lebih jauh, ia menyebut kolaborasi ini diharapkan mampu mengangkat Pulau Borneo sebagai pemain utama dalam sektor blue carbon dunia.

Saat ini, posisi tersebut masih didominasi kawasan Amazon di peringkat pertama dan Kongo di peringkat kedua, sementara Borneo berada di posisi ketiga. 

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin menjadikan Pulau Borneo sebagai kekuatan utama dalam blue carbon global. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” ungkapnya. 

Terkait tindak lanjut, ia menyampaikan bahwa pembahasan teknis akan dilakukan oleh tim masing-masing sebelum ditetapkan rencana kerja yang lebih konkret.

Agenda ini juga direncanakan akan dibawa dalam forum kerja sama regional seperti BIMP-EAGA dan SOSEK MALINDO. 

Selain itu, Pemprov Kaltara juga telah menerima undangan untuk melakukan kunjungan balasan ke Kota Kinabalu, Sabah, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang. 

“Kita satu pulau, satu budaya, dan berbagi kehidupan yang sama. Ini menjadi kekuatan besar untuk membangun kerja sama yang lebih erat,” tambahnya. 

Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan, daerahnya memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama ekonomi biru, termasuk perdagangan karbon. 

“Banyak potensi di Kaltara yang bisa menghasilkan nilai ekonomi, terutama dalam pengembangan ekonomi biru,” ujarnya. 

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltara juga akan mengajak delegasi Sabah meninjau langsung salah satu lokasi proyek percontohan di Desa Tapian, Kabupaten Bulungan. 

“Tim delegasi juga akan ke Desa Tapian untuk melihat langsung progres kegiatan di sana, termasuk dampaknya bagi masyarakat. Ini menjadi salah satu contoh proyek yang akan kita kembangkan lebih luas di wilayah Kaltara,” jelasnya. 

Ke depan, pemerintah daerah berencana mengembangkan proyek serupa di sejumlah lokasi lain. Khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi besar dalam mendukung program blue carbon. 

“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua wilayah. Tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya global dalam mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan,” tuturnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#sabah #ekonomi biru #karbon #kerja sama #pemprov kaltara