HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026.
Sebagai forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan dan memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting.
Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala menegaskan, forum ini menjadi langkah penting dalam mengonsolidasikan berbagai program lintas sektor. Agar lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting telah menjadi bagian penting dalam agenda transformasi sosial nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025—2029.
Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 14,2 persen pada 2029. Sementara Kaltara ditargetkan mencapai 11,4 persen.
“Pendekatan yang digunakan saat ini menekankan pencegahan berbasis siklus kehidupan, konvergensi lintas sektor. Serta penguatan peran pemerintah daerah berbasis data dan hasil,” ujarnya, Rabu (8/4).
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Seperti intervensi yang cenderung bersifat kuratif, belum optimalnya konvergensi antar sektor. Termasuk pemanfaatan data yang belum terintegrasi.
Untuk itu, Wagub menekankan pentingnya perencanaan terintegrasi dan berbasis data dalam setiap program penanganan stunting.
Seluruh kebijakan, kata dia, harus mengacu pada data yang akurat dan terpadu dengan pendekatan by name by address.
“Saya tegaskan, tidak boleh lagi ada program yang disusun tanpa kejelasan sasaran. Jika itu terjadi, intervensi tidak akan efektif dan tidak memberikan dampak,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya fokus pada kelompok sasaran prioritas. Seperti ibu hamil, bayi usia 0—23 bulan, balita, remaja putri, calon pengantin, serta rumah tangga berisiko stunting.
Permasalahan sanitasi, khususnya ketersediaan jamban layak, juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah diminta memastikan intervensi tepat sasaran terhadap rumah tangga yang masih belum memiliki akses sanitasi yang memadai.
Melalui forum ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun langkah konkret dan terukur. Guna mempercepat penurunan stunting di Kaltara secara berkelanjutan. (fai/uno)
Editor : Nurismi