HARIAN RAKYAT KALTARA - Asisten Sumber Daya Manusia (ASSDM) Polri Irjen Pol Dr Anwar menekankan bahwa penerimaan Calon Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol) tahun ini hanya dilaksanakan melalui satu jalur reguler.
Tidak ada kuota khusus maupun tambahan, sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat.
Anwar menegaskan, reformasi rekuitmen Polri berfokus pada prinsip BeTAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
“Siapa yang terbaik dan terpilih, itulah yang akan menjadi Taruna/i Akpol. Tidak ada jalur lain selain reguler,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan, jumlah pendaftar mencapai 7.988 orang. Dengan 5.432 peserta telah terverifikasi dan 2.556 peserta masih dalam proses verifikasi. Seluruh tahapan seleksi diselenggarakan oleh SSDM Polri. Dengan komitmen menghadirkan perwira yang komunikatif, adaptif, dan edukatif.
Untuk jenjang Akpol, nilai rata-rata ijazah minimal 75,00 atau B (A=80-89, B=70-79, C=60-69, D=50-59), dengan tinggi badan minimal 165 sentimeter bagi pria dan 163 sentimeter bagi wanita.
Adapun Bintara Polri terbagi dalam berbagai bidang. Mulai dari SPKT, Intelijen, Polair, humas, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, gizi, musik, akuntansi, teknik sipil, penyidik, tenaga pendidik, hingga tenaga kesehatan.
Anwar menambahkan bahwa penerimaan ini bukan sekadar mencari calon taruna/i. Tetapi membentuk generasi Polri yang berintegritas tinggi dan mampu menjawab tantangan zaman.
Seleksi dilakukan secara objektif, sehingga hanya mereka yang terbaik dan terpilih yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Data terbaru menunjukkan jumlah pendaftar mencapai 7.988 orang. Dengan 5.432 peserta telah terverifikasi dan 2.556 peserta masih dalam proses verifikasi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh SSDM Polri, dengan tujuan melahirkan perwira yang komunikatif, adaptif, dan edukatif.
Melalui sistem penerimaan yang transparan dan berintegritas, Polri berkomitmen membentuk generasi baru yang siap menjawab tantangan zaman. Serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Selain itu, Polda Kaltara terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan public. Menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja kepolisian yang cepat, adil, dan transparan.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Yusuf meninjau langsung peningkatan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Command Center di Mapolda Kaltara, pada Senin (6/4) lalu.
Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas pendukung operasional kepolisian. Dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pengawasan, pengendalian, dan respons cepat terhadap situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Utara.
Wakapolda menekankan pentingnya optimalisasi fungsi Command Center sebagai pusat kendali informasi dan pengambilan keputusan. Sekaligus sebagai pusat layanan kepolisian melalui Call Center 110.
Dengan memastikan para operator memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik, humanis, dan quick response.
“Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui SPKT juga terus didorong. Agar semakin profesional, responsif, dan mampu memberikan rasa aman serta kepastian bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui pengecekan ini, diharapkan seluruh sarana dan prasarana dapat berfungsi secara maksimal dalam mendukung Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat. (uno2)
Editor : Nurismi