HARIAN RAKYAT KALTARA — Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas (laka) maut yang terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, masih terus didalami pihak kepolisian.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (2/4) tersebut merenggut nyawa seorang pria berinisial S.
Kasat Lantas Polres Tarakan Iptu Ardi Wisnu Pradana menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi.
Hasil olah TKP tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk sket untuk membantu mengungkap kronologi kejadian.
“Untuk sementara, hasil olah TKP kita tuangkan dalam sket. Dari situ kita mencocokkan dengan keterangan para saksi. Meskipun keterangan berbeda-beda, tetap kita sesuaikan dengan fakta di lapangan, karena TKP memberikan gambaran sebenarnya,” ujarnya, Minggu (5/4).
Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Termasuk pemilik usaha di dekat TKP. Namun, sebagian saksi mengaku tidak melihat langsung momen kecelakaan tersebut.
“Mereka hanya mengetahui setelah korban sudah tergeletak. Kejadiannya sangat cepat, sehingga saksi baru mendekat setelah insiden terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, korban telah dimakamkan pada Jumat (3/4). Pihak kepolisian turut membantu pengawalan selama prosesi pemakaman guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Di sisi lain, sopir kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut saat ini telah diamankan di Mako Satlantas Polres Tarakan.
Meski demikian, polisi belum melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir. Karena masih mengedepankan pemeriksaan saksi sebagai prioritas.
“Sesuai prosedur, kami dahulukan pemeriksaan saksi. Setelah itu baru pengemudi akan dimintai keterangan. Namun yang bersangkutan sudah kami amankan dan dalam kondisi sehat,” kata Ardi.
Keluarga sopir juga telah datang untuk menjenguk, sementara pihak perusahaan tempat sopir bekerja menunjukkan itikad baik. Dengan melayat ke rumah duka korban.
“Dari perusahaan juga sudah hadir menyampaikan belasungkawa. Ini menjadi hal positif karena semua pihak menunjukkan respons yang baik,” tambahnya.
Ke depan, kepolisian berencana memfasilitasi mediasi antara keluarga korban, sopir, dan pihak perusahaan. Namun, langkah tersebut masih menunggu kondisi emosional kedua belah pihak yang saat ini masih dalam suasana duka dan syok.
“Kami beri waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Jika sudah siap, kami akan fasilitasi pertemuan agar semua pihak bisa menyampaikan apa yang diinginkan,” ungkapnya.
Terkait adanya wacana tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara yang tersebar di media sosial.
Ardi mengaku belum menerima informasi resmi. Namun, pihaknya tidak keberatan apabila pemeriksaan tersebut dilakukan guna menjawab keraguan masyarakat.
“Kalau memang perlu dilakukan tes urine, silakan saja. Kami tidak melarang. Itu juga bagian dari upaya menjawab pertanyaan publik,” tegasnya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. (sas/uno)
Editor : Nurismi