HARIAN RAKYAT KALTARA - Suasana berbeda terasa di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor Kamis (2/4) pagi.
Sejak pukul 08.00 Wita, sebuah Barrier Gate atau portal otomatis mulai dioperasikan untuk pertama kalinya.
Sebagai bagian dari simulasi sistem parkir dan retribusi digital di kawasan pelabuhan tersebut. Bukan hanya itu, informasi yang diterima media ini, pejabat berwenang yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan ikut memantau.
Bupati Bulungan Syarwani saat dikonfirmasi mengatakan, penerapan sistem portal ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah. Dalam membenahi tata kelola retribusi pelabuhan yang selama ini masih berjalan secara konvensional.
“Kita memahami, karena ini barang baru dan perlu sosialisasi. Masih ada masa transisi,” terang bupati, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan, proyek pembangunan sistem portal ini sebenarnya telah dianggarkan dan dikerjakan sejak tahun 2025.
Namun karena proses konstruksi dan pengadaan perangkat membutuhkan waktu, pengoperasiannya baru bisa dilaksanakan pada tahun 2026.
Bahkan hingga simulasi berlangsung, sejumlah perbaikan teknis masih terus dilakukan mengingat sistem ini berbasis daring.
“Kalau perangkatnya tidak siap, tentu efektivitas sistem portal ini juga tidak akan maksimal dan berdampak pada pelayanan,” jelasnya.
Terkait sistem pembayaran, Syarwani mengakui tidak semua pengunjung Pelabuhan Kayan II saat ini siap beralih ke transaksi non tunai.
Karena itu, pada tahap awal diberlakukan sistem campuran, yakni pengunjung masih bisa memilih antara pembayaran tunai maupun non tunai.
“Yang terpenting, setiap kunjungan bisa termonitor melalui sistem portal ini. Akuntabilitas itulah yang kami kejar,” tegasnya.
Ia optimistis, seiring masyarakat semakin familiar dengan sistem baru ini. Maka potensi kebocoran retribusi yang selama ini menjadi persoalan klasik dalam sistem manual bisa ditekan secara signifikan.
Apalagi, langkah ini juga sejalan dengan anjuran Bank Indonesia dalam mengkampanyekan transaksi non tunai di pemerintah daerah. Serta rekomendasi BPK dalam mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi.
“Saya optimistis, kalau masyarakat sudah terbiasa, kebocoran bisa kita minimalisir. Efisiensi juga akan meningkat karena tidak lagi membutuhkan banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Operasional Pengelola Parkir Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor Yohanes menambahkan, simulasi ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan penuh atas permintaan Dinas Perhubungan Bulungan.
Selama masa simulasi, sistem portal beroperasi dari pagi hingga sore hari dengan tetap dijaga petugas di lapangan.
“Simulasi ini untuk memastikan sistem berjalan baik sebelum diterapkan secara penuh,” singkatnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi