Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sempat Picu Antrean di SPBU, Pertamina Minta Masyarakat Kaltara Tak Terpengaruh Isu Kenaikan Harga BBM

Beraupost • Sabtu, 4 April 2026 | 08:55 WIB
BBM DI TARAKAN: Pelayanan SPBU di Tarakan sudah normal pasca adanya warga yang diduga panic buying membeli BBM. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
BBM DI TARAKAN: Pelayanan SPBU di Tarakan sudah normal pasca adanya warga yang diduga panic buying membeli BBM. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dengan memastikan tidak ada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi. 

Kebijakan tersebut mengikuti arahan Pemerintah yang menegaskan bahwa per 1 April 2026 tidak terjadi kenaikan harga BBM.

Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat yang sebelumnya sempat muncul akibat beredarnya isu kenaikan harga, khususnya BBM subsidi.

Area Manager Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, isu tersebut sempat memicu antrean di sejumlah SPBU. Namun demikian, Pemerintah telah memberikan kepastian resmi terkait harga BBM.

“Memang terdapat kekhawatiran dari masyarakat sejak beredarnya isu kenaikan harga BBM, khususnya BBM subsidi, yang kemudian berdampak pada antrean. Namun, Pemerintah telah menegaskan bahwa per 1 April tidak ada kenaikan harga BBM. Pertamina sebagai operator akan selalu patuh terhadap regulator, yaitu Pemerintah,” ujarnya.

Sebagai badan usaha di sektor hilir energi, Pertamina Patra Niaga terus melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan distribusi energi berjalan optimal di seluruh wilayah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dan negosiasi dengan pemasok (supplier), serta optimalisasi sistem distribusi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menambahkan, pihaknya senantiasa menjalankan kebijakan Pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM. Di sisi lain, Pertamina juga terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan energi.

“Kami terus melakukan upaya strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi. Untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain memastikan pasokan tetap aman, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan. Hal ini penting guna menjaga ketahanan energi nasional serta kelancaran distribusi di lapangan.

“Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Yang berpotensi memicu kepanikan atau panic buying,” pesan Roberth.

Melalui sinergi antara Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan ketersediaan energi nasional dapat terus terjaga secara optimal guna mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau melalui saluran resmi Pertamina Patra Niaga. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#pertamina #stok bbm #harga bbm