Jangan Panic Buying! Pertamina Jamin Pasokan BBM Kaltara Lancar dan Distribusi Prioritas Terus Berjalan

Beraupost • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 09:25 WIB
STOK AMAN: Pelayanan BBM di SPBU Kota Tarakan masih normal karena Pertamina pastikan stok BBM aman, Rabu (1/4). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
STOK AMAN: Pelayanan BBM di SPBU Kota Tarakan masih normal karena Pertamina pastikan stok BBM aman, Rabu (1/4). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akhirnya terjawab. 

Memasuki April 2026, kondisi di Tarakan justru menunjukkan situasi yang stabil yakni harga tidak berubah dan stok dipastikan aman.

Kepastian ini disampaikan Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel Muhammad Naufal Atiyah. 

Ia menegaskan, hingga 1 April 2026 belum ada kebijakan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.

“Per hari ini tidak ada perubahan harga. Masyarakat bisa langsung cek di SPBU, semuanya masih sama,” ujarnya, Rabu (1/4).

Di tengah isu fluktuasi energi global, kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat. Namun demikian, pihaknya tetap menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat terkait kemungkinan perubahan harga ke depan.

“Untuk kebijakan berikutnya kami masih menunggu arahan resmi. Saat ini tetap mengikuti ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Selain harga, aspek yang tak kalah penting adalah ketersediaan stok. Naufal memastikan, pasokan BBM di Tarakan berada dalam kondisi sangat aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu ke depan.

“Kalau untuk satu bulan ke depan, stok masih sangat mencukupi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurutnya, sistem distribusi yang diterapkan saat ini telah berjalan optimal dan terpantau secara berkelanjutan.

Distribusi BBM di Tarakan dilakukan secara rutin dengan sistem terukur. Selama ini, tidak pernah terjadi kekosongan pasokan karena pengiriman dari mobil tangki terus berjalan.

“Selama SPBU beroperasi, distribusi pasti ada. Ada BBM yang keluar dan juga masuk,” katanya.

Pertamina juga menerapkan sistem distribusi berbasis prioritas. SPBU yang memiliki stok kritis akan didahulukan dalam pengiriman, sehingga potensi kelangkaan dapat ditekan.

Selain itu, koordinasi dengan pihak regional dan pusat terus dilakukan. Terutama dalam mengatur jadwal kedatangan kapal pengangkut BBM seperti Pertalite dan Biosolar.

“Kami sudah memetakan jadwal kapal masuk untuk menjaga suplai tetap aman,” jelasnya.

Didukung dengan penambahan armada mobil tangki dan Awak Mobil Tangki (AMT), distribusi BBM di Tarakan kini semakin fleksibel dan responsif terhadap peningkatan permintaan.

“Kalau konsumsi naik, operasional bisa menyesuaikan, termasuk jam pelayanan,” ungkapnya.

Dengan kondisi geografis Tarakan yang relatif dekat dengan titik suplai, proses distribusi juga dinilai lebih cepat dan efisien dibanding daerah lain.

Secara keseluruhan, kondisi ini tidak hanya berlaku di Tarakan, tetapi juga di seluruh wilayah Kalimantan Utara yang dipastikan dalam status aman.

“Stok aman, distribusi lancar, harga juga tidak naik. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
pertamina stok distribusi stabil kenaikan harga bbm