Tarakan Jadi Sentral Mudik Kaltara: Penumpang Bandara Juwata Tembus 62 Ribu Orang dalam 15 Hari

Beraupost • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 12:50 WIB
AWASI PENUMPANG: Petugas KSOP Tarakan mengawasi penumpang yang tiba di Pelabuhan Malundung. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
AWASI PENUMPANG: Petugas KSOP Tarakan mengawasi penumpang yang tiba di Pelabuhan Malundung. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
HARIAN RAKYAT KALTARA — Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Kota Tarakan resmi ditutup setelah beroperasi selama masa arus mudik dan balik. 
Penutupan dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, menandai berakhirnya pengawasan intensif terhadap mobilitas penumpang angkutan laut di wilayah tersebut.
Kepala KSOP Tarakan Stanislaus Wembly Wetik mengatakan, secara umum penyelenggaraan angkutan laut selama periode Lebaran tahun ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. 
Tidak ditemukan insiden menonjol yang mengganggu kelancaran arus transportasi laut, baik di Pelabuhan Malundung maupun Pelabuhan Feri Juata.
“Seluruh rangkaian kegiatan posko berjalan dengan baik. Kami bersyukur arus mudik maupun balik dapat dilalui tanpa gangguan berarti. Berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya, Selasa (31/3).
Berdasarkan data yang dihimpun KSOP Tarakan selama masa operasional posko. Jumlah penumpang di dua pelabuhan utama mengalami peningkatan dibandingkan periode normal.
Di Pelabuhan Malundung, yang melayani angkutan kapal penumpang dan logistik, tercatat total sekitar 32.450 penumpang selama periode Lebaran.
Rinciannya, penumpang berangkat mencapai 16.780 orang, sementara penumpang datang sebanyak 15.670 orang.
Sementara itu, di Pelabuhan Feri Juata, yang melayani penyeberangan antarpulau, jumlah penumpang tercatat lebih tinggi.
Total penumpang mencapai sekitar 41.230 orang, dengan jumlah penumpang berangkat sebanyak 21.540 orang dan penumpang datang 19.690 orang.
Stanislaus menjelaskan, lonjakan penumpang terjadi pada puncak arus mudik dan arus balik, terutama pada H-3 hingga H-1 Lebaran serta H+3 hingga H+5. Meski terjadi peningkatan signifikan, seluruh layanan tetap dapat diakomodasi dengan baik.
“Peningkatan jumlah penumpang sudah kami antisipasi sejak awal melalui penambahan personel, penguatan pengawasan, serta koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait,” jelasnya.
Selama posko berlangsung, KSOP Tarakan juga menggencarkan pengawasan keselamatan pelayaran. Termasuk pemeriksaan kelaiklautan kapal, pengaturan kapasitas penumpang, serta pemantauan kondisi cuaca. 
Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa transportasi laut.Selain itu, koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, serta instansi pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting. Dalam menjaga kelancaran operasional angkutan laut selama periode Lebaran.
Dengan berakhirnya masa posko, KSOP Tarakan memastikan pelayanan di pelabuhan tetap berjalan normal seperti biasa. Evaluasi juga akan dilakukan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan angkutan laut pada momen mendatang.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan ke depan bisa lebih optimal. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran angkutan laut Lebaran tahun ini,” tuturnya. 
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat peningkatan signifikan pergerakan penumpang selama masa operasional posko transportasi tahun 2026. 
Kenaikan ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap mobilitas masyarakat sekaligus pemulihan sektor transportasi di wilayah tersebut.
Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi sementara, terjadi pertumbuhan sebesar 2,4 persen pada sektor angkutan perairan dibandingkan periode yang sama tahun 2025. 
“Setelah penutupan posko, kami melihat ada pertumbuhan sekitar 2,4 persen, khususnya di angkutan perairan. Ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat,” ujarnya, Selasa (31/3). 
Tak hanya di sektor perairan, peningkatan juga terjadi pada angkutan udara. Berdasarkan laporan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandara Juwata Tarakan, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara turut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. 
Selama periode posko yang berlangsung sejak 14-29 Maret 2026, total pergerakan penumpang tercatat mencapai sekitar 62 ribu orang. Angka ini melampaui capaian tahun 2025 yang berada di kisaran 57 ribu orang. 
“Memang angka final masih dalam proses rekap, tetapi secara umum terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun lalu,” jelasnya. 
Idham menilai, Kota Tarakan masih menjadi pusat utama pergerakan penumpang di Kaltara. Baik aktivitas di pelabuhan maupun bandara, sebagian besar terkonsentrasi di kota tersebut, yang berfungsi sebagai simpul transportasi utama di provinsi ini. 
“Tarakan menjadi sentral pergerakan, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Ini sudah menjadi pola yang terlihat setiap tahunnya,” katanya. 
Meningkatnya jumlah pergerakan penumpang tidak terlepas dari membaiknya aktivitas ekonomi serta tingginya mobilitas masyarakat. Khususnya pada momen tertentu seperti libur panjang dan hari besar keagamaan. 
Selain itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk operator transportasi dan pihak maskapai, guna memastikan kelancaran layanan serta keselamatan penumpang. 
“Dengan tren pertumbuhan ini, Dishub optimistis sektor transportasi di Kaltara akan terus mengalami peningkatan ke depan,” uungkapnya. 
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas antarwilayah. Guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik. 
“Ini menjadi indikator positif. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi. Agar lebih aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” tutupnya. (sas/fai/uno)
Editor : Nurismi
Tarakan posko Lebaran